bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pendiri dan CEO Nvidia, Jensen Huang, menyambut peluncuran model GPT-6 Astra buatan OpenAI dengan menyatakan bahwa era kecerdasan buatan umum (AGI) telah dimulai. Dalam unggahan di platform X, Huang memberi selamat kepada tim OpenAI dan mencatat bahwa model tersebut dilatih menggunakan 100.000 unit sistem berbasis Nvidia Grace Blackwell NVLink 72.
Huang menambahkan bahwa dalam empat tahun terakhir, perkembangan dari ChatGPT ke o1 hingga Astra menandai tercapainya AGI, dan menginformasikan rencana penambahan 400.000 GPU untuk mendukung operasional model tersebut.
Menurut Nvidia, AGI didefinisikan sebagai sistem AI yang dapat lulus sertifikasi profesional dan tes standar dengan peringkat tertinggi, sementara OpenAI menggambarkan AGI sebagai entitas otonom yang melampaui manusia dalam mayoritas pekerjaan bernilai ekonomi. Presiden OpenAI, Greg Brockman, menganggap peluncuran Astra sebagai lompatan besar yang menandai dimulainya era AGI.
Namun, klaim tersebut dipertanyakan oleh peneliti AI Gary Marcus, yang menyatakan belum ada definisi atau bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa AGI telah tercapai. Perdebatan ini mencerminkan ketidaksepakatan di kalangan akademisi mengenai kriteria yang harus dipenuhi sebuah AI untuk disebut AGI.
OpenAI meluncurkan GPT-6 Astra pada 3 September, menyoroti peningkatan kemampuan dalam komputasi, pemrograman, riset ilmiah, dan tugas profesional. Saat ini, model tersebut tersedia bagi pelanggan enterprise melalui akses Daybreak, dan akan segera diperluas ke pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, serta Enterprise.
Astra dirancang untuk menangani tugas-tugas rutin seperti mengisi formulir online, memperbarui data pelanggan, mengatur jadwal, dan melakukan riset. Model ini juga dapat menghasilkan dokumen, spreadsheet, serta presentasi, dan diklaim sebagai model terkemuka dalam bidang rekayasa perangkat lunak dan keamanan siber. Sam Altman, CEO OpenAI, mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan Astra dalam mengidentifikasi masalah yang belum dipikirkan pengguna.