bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 17:15 WIB

Jose Mourinho Disebut 'Wildcard' Potensial Pengganti Pelatih Real Madrid

Redaksi 29 April 2026 20 views
Jose Mourinho Disebut 'Wildcard' Potensial Pengganti Pelatih Real Madrid
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Menurut laporan bbc.com, masa depan pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, semakin diselimuti ketidakpastian menyusul tersingkirnya tim dari Liga Champions dan posisi mereka yang semakin menjauh dari puncak klasemen La Liga, Barcelona.

Arbeloa mengambil alih kursi kepelatihan dari Xabi Alonso pada Januari lalu, namun performa tim di bawah kepemimpinannya dinilai lebih buruk, terutama di liga domestik. Alonso meninggalkan Santiago Bernabeu dengan rasio kemenangan 74%, sementara Arbeloa, meskipun baru menukangi tim dalam lima pertandingan lebih sedikit di liga, telah mencatat lebih banyak kekalahan dengan persentase kemenangan turun menjadi 64%.

Kekalahan mengejutkan dari tim kasta kedua, Albacete, di Copa del Rey juga tidak membantu posisi Arbeloa, meskipun kekalahan itu terjadi hanya dua hari setelah ia resmi menjabat.

Salah satu nama yang mencuat sebagai kandidat pengganti potensial, jika Arbeloa dipecat, adalah mantan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, yang saat ini membesut Benfica di Portugal. Mourinho pernah melatih di Bernabeu antara tahun 2010 hingga 2013, di mana ia berhasil mempersembahkan gelar La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Tim Mourinho di musim 2011-12 mencatatkan rekor 100 poin di La Liga, yang merupakan raihan poin tertinggi bersama dalam sejarah liga.

Meskipun Arbeloa masih memiliki kontrak satu tahun, jelas bahwa Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sedang menjajaki kemungkinan mencari pelatih baru. Perez, yang dikabarkan menghargai beberapa aspek positif dari masa kepelatihan Arbeloa, pada akhirnya akan membuat keputusan berdasarkan hasil.

Analisis dari pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, untuk BBC Sport, menjelaskan bahwa Perez tidak terlalu memedulikan gaya bermain atau identitas taktis tim, melainkan fokus utama adalah kemenangan dan kemampuan manajerial.

Terdapat dua pandangan yang kerap bersitegang di internal Real Madrid. Di satu sisi, Jose Angel Sanchez, orang nomor dua di klub, berpendapat bahwa Real Madrid membutuhkan seorang organisator, pelatih yang disiplin secara taktik untuk membawa keteraturan pada skuad bertalenta namun terkadang kacau. Pendekatan ini telah menghasilkan penunjukan seperti Rafa Benitez, Julen Lopetegui, dan Xabi Alonso, yang semuanya tidak bertahan lama.

Di sisi lain, preferensi Perez adalah sosok 'grand manager', seorang pemimpin karismatik yang kehadirannya saja sudah mampu mendominasi ruang ganti, seperti Zinedine Zidane atau Carlo Ancelotti yang pernah dua kali menangani tim.

Dengan kepergian Alonso, pandangan Perez tampaknya kembali mendominasi, dan nama-nama yang dipertimbangkan mencerminkan hal tersebut. Jose Mourinho menjadi salah satu nama yang paling banyak diberitakan. Sumber di internal klub menyebutkan bahwa Mourinho bukan satu-satunya nama dalam daftar, namun opsi Mourinho didorong terutama oleh Perez sendiri dan juga oleh sang manajer Portugal.

Mourinho masih terikat kontrak dengan Benfica hingga 2027, namun ia memiliki klausul yang memungkinkannya keluar. Laporan menyebutkan bahwa ia sangat ingin kembali ke Bernabeu.

Perilaku Mourinho selama insiden Gianluca Prestianni dalam pertemuan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid dikabarkan tidak mengurangi dukungannya di kalangan petinggi Bernabeu, termasuk sang presiden. Kehadiran Mourinho disebut sebagai 'wildcard' pamungkas, sebuah pilihan dari presiden yang sudah mengenalnya, sosok yang mampu mendominasi ruang ganti, dan yang kepulangannya ke Madrid akan menjadi sebuah pernyataan tersendiri.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.