bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:33 WIB

KAI Catat 258,99 Juta Pelanggan dan Pendapatan Sekitar Rp18 Triliun pada Semester I 2026

Redaksi 29 September 2026 14 views
KAI Catat 258,99 Juta Pelanggan dan Pendapatan Sekitar Rp18 Triliun pada Semester I 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan pada Semester I 2026. Angka itu bertambah 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sebanyak 240.805.920 pelanggan. Dalam periode tersebut, pendapatan konsolidasi KAI tercatat sekitar Rp18 triliun.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi dorongan bagi perusahaan untuk meningkatkan mutu layanan dan menjaga perkembangan bisnis. Ia mengatakan kenaikan kebutuhan mobilitas perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan keandalan layanan, penguatan sarana serta prasarana, keselamatan, dan integrasi antarmoda.

KAI juga mengembangkan pendapatan di luar angkutan dengan mengoptimalkan aset, mengembangkan kawasan, dan mencari sumber pendapatan baru. Langkah tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan layanan angkutan penumpang dan barang.

Transformasi perusahaan, menurut Bobby, mencakup peningkatan layanan kereta api, revitalisasi stasiun, pengembangan layanan pariwisata melalui The Nusantara Explorer, serta pemanfaatan aset untuk mendukung hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik. Ia mengatakan investasi dan transformasi ke depan diharapkan memperkuat KAI sekaligus memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan dalam upacara peringatan HUT ke-81 KAI di Kantor Pusat KAI, Bandung, Senin (28/9/2026). KAI mengusung tema “Semakin Melayani” sebagai arah transformasi untuk meningkatkan pelayanan, keselamatan, efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan.

Memasuki usia ke-81, KAI membawa visi membangun ekosistem layanan kereta api yang efisien dan berkelanjutan menuju operator kelas dunia. Perusahaan juga memperkuat peran kereta api dalam mendukung logistik nasional melalui layanan transportasi dan logistik yang efisien, andal, serta terintegrasi, dengan tujuan membantu menurunkan biaya logistik nasional.

Dalam peringatan tersebut, KAI menerima penghargaan rekor MURI untuk program EduTrain dengan peserta terbanyak yang menggunakan Whoosh. Program hasil kolaborasi KAI dan KCIC itu mengenalkan transportasi modern kepada anak-anak panti asuhan melalui pengalaman menggunakan Kereta Cepat Whoosh. EduTrain dilaksanakan dalam dua batch, bertepatan dengan rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT KAI ke-81.

Peserta EduTrain mengikuti perjalanan edukatif, sesi interaktif tentang KAI dan transportasi publik, kelas inspiratif, pengenalan teknologi dan layanan Whoosh, serta permainan edukatif. Bobby berharap pengalaman tersebut dapat memperluas wawasan anak-anak tentang perkembangan transportasi Indonesia dan mendorong mereka untuk terus belajar serta meraih cita-cita.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.