bytedaily - Dilansir dari bbc.com, Baroness Karren Brady telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil ketua klub Liga Primer Inggris, West Ham United, setelah 16 tahun mengabdi. Pengusaha wanita ini, yang ditunjuk pada Januari 2010 oleh ketua bersama David Sullivan dan David Gold, secara resmi mengakhiri masa jabatannya pada 15 April.
Brady menyatakan kepada The Times bahwa keputusan untuk meninggalkan klub diambil pada pertengahan Februari, setelah mulai mempertimbangkannya sejak Januari. Dalam sebuah pernyataan, ia mengungkapkan rasa bangganya telah bekerja bersama dewan direksi, manajemen, pemain, staf, dan suporter West Ham United.
"Bersama-sama kita telah mencapai tonggak sejarah yang luar biasa, tetapi yang paling berkesan bagi saya adalah mengangkat trofi Liga Konferensi Europa UEFA - momen yang akan selalu saya kenang," ujar Brady. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas hubungan, tantangan, dan peluang yang membentuk masa baktinya di klub tersebut.
Sebelum bergabung dengan West Ham, Brady memiliki rekam jejak lebih dari 16 tahun di Birmingham City, di mana ia menjabat sebagai direktur pelaksana pada usia 23 tahun di tahun 1993. Ia kemudian menjadi direktur pelaksana termuda di perusahaan publik Inggris ketika membawa klub tersebut melantai di Bursa Efek London pada 1997.
Selama di West Ham, Brady memimpin perpindahan klub dari Upton Park ke London Stadium pada tahun 2016, serta mengawasi transfer Declan Rice senilai £105 juta ke Arsenal. Di lapangan, klub meraih kesuksesan Eropa dengan mencapai semifinal Liga Europa pada musim 2021-22 dan memenangkan Liga Konferensi pada 2022-23, yang merupakan trofi mayor pertama mereka sejak 1980.
West Ham telah bertahan selama 14 musim berturut-turut di Liga Primer, namun saat ini terancam degradasi ke Championship, hanya berjarak dua poin dari Tottenham yang berada di peringkat ke-18 dengan lima pertandingan tersisa. Sejumlah suporter West Ham diketahui sering memprotes Brady dan pemilik bersama Sullivan, termasuk pada musim ini, dengan alasan performa di lapangan dan ketidakpuasan terhadap stadion.
Brady juga terlibat dalam tim wanita West Ham yang kini menduduki peringkat ke-11 di Women's Super League (WSL). Tim tersebut masih menjadi satu-satunya tim WSL yang belum bermain di stadion utama klub yang lebih besar, dan akademi wanita mereka adalah satu-satunya di liga yang berperingkat kategori dua.
Ketua bersama West Ham, Daniel Kretinsky, menyinggung adanya penolakan terhadap Brady saat memuji kontribusinya. "Kontribusinya terhadap pertumbuhan West Ham United, seperti kontrak jangka panjang untuk London Stadium, transisi pemegang saham, dan rekor transfer Inggris Declan Rice, sangatlah penting dan tidak selalu dihargai sepenuhnya," kata Kretinsky. Ia menambahkan bahwa Brady sangat dihargai di kalangan kepemimpinan Liga Primer dan merupakan perwakilan klub yang sangat baik.
Ketua bersama Sullivan, yang juga pernah bekerja sama dengan Brady di Birmingham City, memuji Brady sebagai "pemimpin yang luar biasa" dan "tokoh kunci dalam perkembangan klub".
Selain karirnya sebagai eksekutif sepak bola, Brady telah menghabiskan 16 tahun sebagai asisten Lord Alan Sugar dalam acara BBC 'The Apprentice' dan diangkat menjadi anggota House of Lords sebagai life peer pada tahun 2014. Direktur eksekutif West Ham, Nathan Thompson, juga mengundurkan diri dari jabatannya dengan segera, menyatakan bahwa merupakan sebuah kehormatan untuk menjadi bagian dari klub tersebut. Ia berharap dapat melihat keragaman yang lebih besar dalam kepemimpinan di seluruh sepak bola.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.