bytedaily - Dilansir dari sports.yahoo.com, kekalahan telak Minnesota Timberwolves dari San Antonio Spurs pada Gim 5 Selasa lalu seharusnya menjadi momen pembebasan bagi pelatih Chris Finch dan stafnya. Kekalahan ini mengukuhkan pandangan banyak pihak bahwa Minnesota belum sekuat San Antonio, terutama dengan kondisi Anthony Edwards yang belum sepenuhnya fit dan Donte DiVincenzo yang absen di sisa playoff.
Kemenangan Timberwolves di seri ini terjadi melalui tembakan penentu di Gim 1 dan Gim 4 saat Victor Wembanyama dikeluarkan dari pertandingan di kuarter kedua. Secara agregat, San Antonio telah mengungguli Minnesota dengan selisih 67 poin dalam seri ini, dengan Gim 2 menjadi kekalahan playoff terbesar dalam sejarah franchise dan Gim 5 tidak jauh berbeda.
Meskipun demikian, Timberwolves masih memiliki peluang di Gim 6 yang akan digelar Jumat pukul 20.30 CDT di Minneapolis. Minnesota masih dua kemenangan lagi untuk mencapai Final Wilayah Barat untuk ketiga kalinya berturut-turut. Namun, tampaknya perubahan diperlukan karena formula kemenangan saat ini dengan rotasi dan susunan pemain yang ada sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang.
Finch dan stafnya memiliki data yang berkembang yang menunjukkan bahwa cara bermain Minnesota saat ini tidak efektif, sehingga membuka peluang untuk perubahan. Pertanyaan muncul apakah staf pelatih akan melakukan perubahan, mengingat Finch pernah membuat keputusan berani dengan mencadangkan D'Angelo Russell di akhir pertandingan krusial sebelumnya.
Namun, opsi rotasi pemain menjadi lebih terbatas tanpa DiVincenzo. Pemain yang bisa diandalkan Finch seperti Kyle Anderson, Bones Hyland, atau Jaylen Clark memiliki keterbatasan masing-masing. Perubahan bisa berupa penyesuaian peran dalam rotasi yang ada atau bahkan pergeseran di starting lineup. Minnesota kesulitan mencetak angka saat Victor Wembanyama berada di lapangan. Salah satu cara yang sedikit berhasil adalah dengan bermain lebih kecil dan memaksa Wembanyama menjaga di luar garis tiga angka.
Hal ini bisa berarti mengurangi waktu bermain Rudy Gobert, meskipun Finch menilai Gobert masih menjalankan tugasnya dengan baik di sisi pertahanan. Finch juga membela permainan defensif Julius Randle, menyatakan bahwa ia tidak percaya Randle menjadi kambing hitam atas ketidakmampuan tim untuk menghentikan lawan dalam periode tertentu di Gim 5.
Meskipun individu tertentu mungkin tidak sepenuhnya disalahkan atas kekurangan tim, perubahan filosofi permainan bisa jadi bijaksana untuk memaksa Spurs melakukan penyesuaian. Minnesota bisa menggunakan lineup yang lebih terampil dengan tinggi badan lebih kecil, namun tidak selalu dalam hal jangkauan. Contohnya, lineup lima pemain yang terdiri dari Ayo Dosunmu, Anthony Edwards, Terrence Shannon Jr., Jaden McDaniels, dan Naz Reid bisa memberikan ruang bagi Wembanyama dan rekan-rekannya, serta mengelilingi Edwards dengan pemain yang lebih mahir bermain menerima umpan jika Spurs terus menggandakan penjagaan terhadap pemain terbaik Minnesota.
Pertanyaan muncul apakah unit tersebut mampu mengamankan satu kali penghentian bola. Bermain lebih kecil dalam waktu yang lebih lama juga berarti mengistirahatkan dua dari tiga pemain bergaji tertinggi Minnesota. Ini bukanlah situasi ideal, namun demikian juga dengan kondisi sulit yang dihadapi Timberwolves dalam seri ini.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi sports.yahoo.com.