bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyampaikan penghormatan kepada para pendahulu dan sesepuh sektor pos dan telekomunikasi dalam peringatan Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81, Minggu (27/9).
Penghormatan itu disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat. Ia mengatakan pemerintah berkewajiban menjaga semangat perjuangan para veteran agar tetap hidup di tengah tantangan zaman. Angga juga mengapresiasi kerja, pengorbanan, dan dedikasi insan postal saat ini.
Peringatan Hari Bhakti Postel berawal dari peristiwa 27 September 1945, ketika para pemuda Indonesia mengambil alih Kantor Pusat Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di Bandung dari pemerintah pendudukan Jepang. Menurut Angga, peristiwa tersebut mengingatkan bahwa infrastruktur telekomunikasi yang penting merupakan bagian dari kedaulatan bangsa.
Delapan dekade setelah peristiwa itu, bentuk perjuangan telah berubah. Pemerintah kini menghadapi tugas untuk membangun, menguasai, dan memanfaatkan teknologi digital bagi kepentingan bangsa dan negara.
Tema peringatan tahun ini adalah “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat”. Angga mengatakan kemampuan mengelola ruang digital dan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat turut menentukan kekuatan bangsa di tengah proses digitalisasi.
Ia menilai pembangunan digital tidak cukup diukur dari luasnya jangkauan jaringan. Pemerintah juga perlu melihat perubahan yang dirasakan masyarakat setelah terhubung, termasuk akses belajar yang lebih baik bagi anak-anak, pasar yang lebih luas bagi UMKM, layanan publik yang lebih baik, serta peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.
Angga menyebut transformasi digital perlu ditopang tiga unsur yang berjalan bersama, yakni konektivitas yang merata dan berkualitas, peluang ekonomi dan inovasi, serta ekosistem digital yang aman dan terpercaya.
Ia mendorong seluruh ekosistem postal memperkuat kolaborasi dan menjalankan peran masing-masing. Menurut Angga, pemerintah menyiapkan arah dan ekosistem, industri menghadirkan investasi dan inovasi, sedangkan insan postal memastikan teknologi hadir dan berfungsi bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa teknologi akan terus berkembang, tetapi semangat pengabdian kepada bangsa harus tetap dijaga.