bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Kemenkop Jelaskan Alasan Sebagian Manajer Kopdes Bertugas Jauh dari Domisili

Redaksi 29 September 2026 11 views
Kemenkop Jelaskan Alasan Sebagian Manajer Kopdes Bertugas Jauh dari Domisili
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menjelaskan sebagian manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) ditempatkan jauh dari domisili karena jumlah calon manajer dan titik koperasi yang siap beroperasi tidak selalu seimbang.

Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi mengatakan penempatan tidak didasarkan terutama pada wilayah. Pemerintah tetap berupaya menugaskan manajer di wilayah asal terlebih dahulu. Namun, jika jumlah calon manajer yang tersedia melebihi titik Kopdes yang siap, sebagian akan dialihkan ke wilayah lain yang membutuhkan.

Zabadi menyebut ada wilayah dengan banyak calon manajer tetapi jumlah titik Kopdes siap operasinya terbatas. Sebaliknya, beberapa wilayah memiliki titik koperasi yang siap, tetapi kekurangan calon pengelola. Penjelasan itu disampaikan dalam konferensi pers di Kemenkop, Jakarta Selatan, Senin (28/9).

Sebelumnya, pemerintah menyatakan penempatan 28.620 manajer Kopdes Merah Putih mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kedekatan domisili, kesiapan bangunan, ketersediaan kuota, dan keseimbangan kebutuhan antarwilayah.

Data Simkopdes menunjukkan 55,69 persen manajer ditempatkan dalam jarak maksimal 10 kilometer dari domisili dan 71,91 persen dalam jarak maksimal 50 kilometer. Sebanyak 65,14 persen bertugas di kabupaten atau kota asal, sementara 88,28 persen tetap berada di provinsi asal. Adapun 11,27 persen ditempatkan lintas provinsi. Median jarak penempatan tercatat 6,53 kilometer.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.