bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menjajaki potensi kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar. Inisiatif ini digagas sebagai solusi penyediaan air bersih bagi warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pasca-gempa.
Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Kepala BRIN untuk mengeksplorasi kemungkinan pemanfaatan teknologi konversi air laut menjadi tawar. Menurutnya, teknologi ini dipandang sebagai solusi yang lebih efektif dan efisien, terutama mengingat kondisi geografis Pulau Palue yang merupakan sebuah pulau.
“Kami sudah kontak Kepala BRIN, siapa tahu mereka punya teknologi untuk mengkonversi air laut menjadi tawar,” ujar Dody dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sikka, sebagaimana dikutip dari rilis yang diterima pada Senin (24/8).
Data dari Kementerian PUPR mencatat bahwa sebanyak 495 prasarana air bersih di Kabupaten Sikka terdampak gempa, dengan 481 unit di antaranya mengalami kerusakan berat. Kerusakan yang signifikan ini sebagian besar terjadi pada bak penampung air hujan milik warga di Kecamatan Palue.