bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:48 WIB

Kementerian PUPR Kirim 3 Jembatan Bailey untuk Pulihkan Akses di Flores Pasca Gempa

Redaksi 22 Agustus 2026 1 views
Kementerian PUPR Kirim 3 Jembatan Bailey untuk Pulihkan Akses di Flores Pasca Gempa
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengerahkan tiga unit jembatan Bailey untuk memulihkan konektivitas di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami dampak gempa pada 15 Agustus 2026.

Ketiga jembatan sementara ini masing-masing memiliki bentang sepanjang 30 meter. Jembatan Bailey tersebut didatangkan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Barat (NTB), dan BBPJN Sulawesi Selatan.

Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pemulihan akses menjadi prioritas utama pemerintah guna memastikan mobilitas warga dan kelancaran distribusi bantuan di wilayah terdampak dapat segera kembali normal. "Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (21/8).

Proses pengangkutan komponen jembatan Bailey dari BBPJN Sulawesi Selatan tengah berlangsung. Pengiriman rangka jembatan ini dijadwalkan pada Senin (24/8), menunggu jadwal kapal dari Pelabuhan Selayar menuju Labuan Bajo. Komponen dan rangka jembatan tersebut ditargetkan tiba di Flores pada Rabu (26/8).

Sementara itu, jembatan Bailey dari BBPJN Jawa Timur-Bali saat ini berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Jembatan ini dijadwalkan diangkut pada Jumat (21/8) menuju Pelabuhan Ende. Setelah tiba di Ende, komponen jembatan akan diangkut melalui jalur darat menuju Ruteng dan Labuan Bajo.

Untuk jembatan Bailey dari BPJN NTB, komponennya sedang dalam perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Jika tidak ada kendala, komponen tersebut akan diberangkatkan menggunakan kapal feri menuju Labuan Bajo pada Sabtu (22/8) dan diperkirakan tiba di Flores pada Rabu (26/8).

Kementerian PUPR terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan mobilisasi ketiga jembatan tersebut berjalan sesuai jadwal. Penempatan jembatan sementara akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan teknis dan kebutuhan di lapangan.

Selain penyediaan akses sementara, Kementerian PUPR juga sedang mengidentifikasi kerusakan pada Jembatan Wae Pesi yang memiliki panjang sekitar 100 meter di ruas Ruteng-Reo-Kedindi, Kabupaten Manggarai. Survei awal menunjukkan adanya pergeseran pada beberapa pilar dan abutmen jembatan, serta kerusakan pada sambungan siar muai (*expansion joint*).

Pemeriksaan teknis yang lebih mendalam sedang dilakukan untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat untuk Jembatan Wae Pesi. Pemeriksaan serupa juga terus dilakukan terhadap infrastruktur lain yang terdampak gempa, di mana hasilnya akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan lanjutan oleh pemerintah.

Kementerian PUPR berharap dengan mobilisasi jembatan sementara dan penanganan infrastruktur yang terdampak, aktivitas masyarakat dapat segera pulih dan distribusi bantuan serta logistik di Flores dapat berjalan lancar.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.