bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:01 WIB

Pertamina Percepat Pengembangan Energi Panas Bumi Nasional di IIGCE 2026

Redaksi 22 Agustus 2026 3 views
Pertamina Percepat Pengembangan Energi Panas Bumi Nasional di IIGCE 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Pertamina (Persero) menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan energi bersih, khususnya energi panas bumi. Upaya ini diwujudkan melalui pengembangan proyek baru, perluasan eksplorasi, dan optimalisasi aset panas bumi yang sudah beroperasi.

Pemerintah memandang energi panas bumi sebagai sumber energi strategis yang krusial untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam sambutannya di The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencari terobosan energi alternatif demi mengurangi ketergantungan pada energi impor. Langkah ini menjadi semakin penting mengingat ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, beserta jajarannya turut hadir dalam IIGCE 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan energi panas bumi. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi Pertamina dalam menjalankan bisnis energi berkelanjutan, yang menyeimbangkan ketahanan energi, keterjangkauan, dan kelestarian lingkungan. Simon menyatakan, "Pertamina terus mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon dan berkomitmen memperluas pengembangan panas bumi geothermal untuk mendukung ketahanan energi nasional."

Dalam IIGCE 2026, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), anak usaha Pertamina, menandatangani beberapa kesepakatan strategis dan menerima penugasan eksplorasi panas bumi baru dari pemerintah. Salah satunya adalah penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) antara PT PLN (Persero) dengan konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit dan PLTP Lahendong Bottoming Unit.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan mengoptimalkan potensi pembangkit panas bumi yang telah beroperasi. Ia menyatakan, "Kami menyambut penandatanganan LOI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara." Ahmad Yani meyakini penambahan unit ini akan menyediakan pasokan listrik bersih dan andal bagi lebih banyak rumah tangga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sejalan dengan komitmen PGE untuk menyediakan energi yang memberdayakan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, PGE juga menerima Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat. Penugasan ini membuka peluang baru bagi PGE untuk memperluas portofolio pengembangan panas bumi nasional dan mendukung target transisi energi pemerintah. Ahmad Yani menambahkan, "Dengan sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, PGE akan melaksanakan mandat ini agar dapat mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat."


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.