bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 04:10 WIB

Jawa Barat Catat Laporan Tertinggi Kasus Penipuan Online di Indonesia

Redaksi 22 Agustus 2026 4 views
Jawa Barat Catat Laporan Tertinggi Kasus Penipuan Online di Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah korban penipuan online terbanyak di Indonesia. Kota dan kabupaten yang paling banyak melaporkan kasus penipuan online di Jawa Barat meliputi Bekasi, Bandung, Bogor, dan Depok.

Menurut Direktur Lembaga Jasa Keuangan II OJK Jabar, Rianti Dwiyani, sepanjang periode November 2024 hingga Juni 2026, Indonesia Anti Scam Center menerima total 637.055 laporan pengaduan masyarakat terkait penipuan online. Dari jumlah tersebut, Jawa Barat mencatat pelaporan tertinggi dengan angka 131.445 laporan.

Rianti Dwiyani menjelaskan bahwa lima daerah di Jawa Barat dengan laporan penipuan online tertinggi adalah Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok. Berbagai modus operandi digunakan oleh pelaku penipuan online.

Modus penipuan yang paling banyak dilaporkan adalah penipuan belanja online, dengan total 113.520 laporan dan kerugian mencapai Rp 1,78 triliun. Modus kedua adalah panggilan palsu atau mengaku sebagai pihak lain (fake call), yang dilaporkan sebanyak 63.517 kali dengan kerugian sekitar Rp 2,09 triliun. Modus penipuan investasi menduduki peringkat ketiga, dengan 32.251 laporan dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 2,08 triliun.

OJK menekankan bahwa penipuan online telah berkembang menjadi ancaman yang semakin kompleks dan pelaku terus beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi serta kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, penanganan masalah ini tidak hanya memerlukan tindakan penindakan, tetapi juga penguatan upaya pencegahan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.