bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:38 WIB

Kenaikan Harga Chip AI China Dipicu Kelangkaan Memori HBM

Redaksi 11 September 2026 10 views
Kenaikan Harga Chip AI China Dipicu Kelangkaan Memori HBM
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, produsen chip AI asal Tiongkok seperti Huawei Technologies dan Cambricon dilaporkan menaikkan harga produk chip AI mereka secara signifikan akibat lonjakan biaya memori berkecepatan tinggi (high‑bandwidth memory/HBM).

Menurut sumber yang dekat dengan perkembangan ini, harga chip flagship Huawei, model Ascend 950DT, telah naik menjadi lebih dari 250.000 yuan (sekitar Rp656 juta), mencerminkan kenaikan antara 20 hingga 50 persen dibandingkan dua bulan sebelumnya.

Cambricon juga diperkirakan akan menyesuaikan harga chip generasi berikutnya naik 20 hingga 30 persen dari level dua bulan lalu. Selain dua perusahaan besar tersebut, pemain lebih kecil seperti MetaX dan Iluvatar CoreX dilaporkan mengambil langkah serupa.

Keempat perusahaan tersebut belum memberikan konfirmasi resmi terkait perubahan harga tersebut.

Kenaikan harga ini mencerminkan dampak kelangkaan memori HBM yang meluas di pasar global, khususnya pada industri AI Tiongkok yang didorong pemerintah untuk beralih dari produk Nvidia ke solusi dalam negeri.

HBM merupakan komponen penting bagi beban kerja AI, dan pasar memori berkecepatan tinggi selama ini didominasi oleh perusahaan Korea Selatan SK Hynix, Samsung Electronics, serta Micron Technology dari Amerika Serikat.

Sejak Amerika Serikat memperketat kontrol ekspor barang tertentu ke Tiongkok pada Desember 2024, produsen chip China semakin bergantung pada pasokan dari pasar gelap, di mana harga produk jauh lebih tinggi daripada sumber resmi.

Menurut kutipan Reuters, Huawei menyatakan bahwa seri Ascend 950 akan menggunakan dua varian HBM buatan sendiri: HiBL 1.0 untuk model 950PR yang menangani permintaan pengguna, dan HiZQ 2.0 untuk model 950DT yang fokus pada pengembangan model AI serta menghasilkan respons.

Harga chip generasi sebelumnya juga mengalami peningkatan. Ascend 950PR, yang pada awal tahun dijual sekitar 60.000 yuan (Rp157 juta), kini dibanderol lebih dari 80.000 yuan (Rp210 juta), naik kira-kira 30 persen. Sementara Ascend 910C melonjak menjadi lebih dari 110.000 yuan (Rp288 juta) dari sekitar 90.000 yuan (Rp236 juta) pada awal tahun.

Lonjakan harga tersebut diperkirakan akan menambah beban biaya pembangunan infrastruktur komputasi AI bagi para produsen di Tiongkok.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.