bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:48 WIB

Ketua Satgas Perumahan Minta Hunian MBR Dibagi Merata, Satu Orang Satu Unit

Redaksi 22 Agustus 2026 3 views
Ketua Satgas Perumahan Minta Hunian MBR Dibagi Merata, Satu Orang Satu Unit
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menekankan pentingnya mencegah praktik pemborongan unit hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ia mengimbau agar setiap calon pembeli hanya diizinkan untuk membeli satu unit saja. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa program penyediaan hunian terjangkau ini benar-benar dapat dinikmati oleh kelompok masyarakat yang menjadi sasaran utama.

Hashim menyoroti adanya potensi praktik pembelian dalam jumlah besar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bahkan dengan memanfaatkan nama orang lain. Oleh karena itu, ia mendesak para pengelola untuk secara tegas menerapkan prinsip 'satu pelanggan, satu peminat, satu apartemen'. Ia mencontohkan kemungkinan terjadinya pemborongan di masa lalu, di mana satu individu dapat menguasai ratusan unit dengan menitipkannya atas nama orang lain seperti sopir atau office boy. Hashim menegaskan perlunya keadilan dalam distribusi hunian ini.

Menurut Hashim, kewaspadaan terhadap potensi pembelian dalam skala besar sangatlah penting. Hal ini disebabkan oleh kualitas, lokasi, dan nilai properti yang baik berpotensi mendorong kenaikan harga tanah dan apartemen di masa mendatang. Ia mengingatkan agar tidak ada oknum nakal yang memanfaatkan situasi ini, terutama mengingat kualitas dan lokasi hunian yang dinilai sangat baik.

Ia menambahkan bahwa persoalan ini perlu menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program agar manfaatnya tidak beralih kepada pihak yang melakukan pembelian unit dalam jumlah besar. Hashim juga menyebutkan bahwa beberapa pihak lain telah menyampaikan kekhawatiran serupa kepadanya.

Selain isu pembelian, Hashim juga menekankan perlunya persiapan matang untuk pengelolaan dan perawatan hunian sejak awal. Ia mengidentifikasi pemeliharaan sebagai salah satu titik lemah yang seringkali dihadapi setelah pembangunan selesai, meskipun proses pembangunan itu sendiri dinilai sudah berjalan dengan baik. Ia berharap kualitas hunian dapat terjaga dalam jangka panjang, bahkan ketika nantinya dihuni oleh ribuan pembeli.

Untuk menjaga kualitas hunian, Hashim mengusulkan pembentukan pengelolaan bersama. Ia memperkirakan sekitar 3.700 pelanggan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) nantinya perlu memiliki wadah untuk mengelola kepentingan bersama di lingkungan hunian tersebut. Ia menyarankan agar dibentuk suatu badan atau entitas yang bertugas mengelola kepentingan bersama, mungkin dalam bentuk asosiasi atau neighborhood association bagi para pelanggan BTN.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.