bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengembangan usaha mikro dan kecil yang mengolah hasil samping perikanan menjadi produk nonpangan di Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini ditujukan untuk menambah nilai produk perikanan dan memperkuat ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Erwin Dwiyana, mengatakan diversifikasi produk juga mendukung ekonomi biru yang mengutamakan keberlanjutan ekologi. Ia menyebut sisa kegiatan pendaratan, penanganan, dan pengolahan ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu, seperti kepala, tulang, kulit, sisik, dan jeroan, mencapai 50–100 kilogram per hari.
Menurut Erwin, bahan tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, antara lain tepung ikan. Jika tidak dikelola, sisa produksi itu berisiko menimbulkan pencemaran. Pengolahannya juga dinilai membuka peluang usaha dan menambah penyerapan tenaga kerja.
Tepung ikan digunakan sebagai bahan baku pakan. Untuk mendukung pengembangannya, KKP mendorong kerja sama pengelola PPN, pemerintah daerah, pelaku usaha perikanan, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBAT) Sukabumi sebagai offtaker, serta unit pakan mandiri bersertifikat Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB). Erwin menyatakan kolaborasi tersebut dapat membangun ekosistem usaha terintegrasi dan memberi kepastian pasar. Pengolahan ini juga mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dan Budidaya Tematik.
Perwakilan BBAT Sukabumi, Susi Rosellia, menyampaikan bahwa tepung ikan lokal bermutu tinggi dengan kandungan protein sesuai standar SNI 2715:2013 dibutuhkan untuk menopang industri pakan nasional, menekan biaya produksi, dan mendukung keberlanjutan akuakultur. Ia juga mengatakan pemanfaatan sisa industri dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada pakan dan bahan baku impor.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, menyambut inisiatif KKP tersebut. Ia menyebut sisa pengolahan fillet ikan di Sukabumi berpotensi mencapai 500 kilogram per hari atau sekitar 10 ton per bulan. Menurutnya, potensi itu dapat bernilai tinggi apabila dikelola secara terstruktur melalui kemitraan antar pemangku kepentingan.
Sebagai langkah awal, KKP mengadakan Sosialisasi Diversifikasi dan Nilai Tambah Produk Perikanan Nonpangan pada 10 September 2026 di Palabuhanratu. Kegiatan tersebut melibatkan PPN Palabuhanratu, BBAT Sukabumi, Dinas KP Sukabumi, dan akademisi, khususnya dari Sekolah Vokasi IPB. Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan KNMP merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.