bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, video TikTok yang mengklaim NASA memprediksi asteroid akan menghantam Bumi pada 2027 adalah hoaks. Video tersebut menyebut hantaman itu berpotensi memusnahkan 96 persen kehidupan, dan sempat ditonton 4,2 juta kali sebelum tampaknya dihapus. Platform pemeriksa fakta BiasBreak sempat mendokumentasikan konten tersebut.
Laporan IFL Science menyebut video itu menggunakan potongan tangkapan layar dari dokumen NASA tanpa konteks. Klaim mengenai asteroid 2017 PDC dan peluang tabrakan 96 persen sebenarnya merupakan bagian dari latihan simulasi, bukan prediksi tentang peristiwa nyata.
NASA secara berkala mengadakan latihan dengan skenario asteroid fiktif. Tujuannya untuk menguji respons para ahli, termasuk kemungkinan mengalihkan lintasan asteroid dan mengurangi risiko terhadap manusia melalui langkah seperti evakuasi.
Astrofisikawan Alfredo Carpineti menjelaskan skenario simulasi tersebut dirancang agar terasa realistis. Dalam latihan itu, asteroid hipotetis dapat menimbulkan dampak besar dan diperkirakan berpotensi jatuh pada 29 April 2027 di jalur yang membentang dari Hawaii hingga Afrika, melintasi daratan utama Amerika Serikat.
NASA juga menjelaskan bahwa dalam simulasi, sejumlah badan antariksa mengirim armada penabrak kinetik untuk membelokkan asteroid. Pada hari terakhir konferensi, tim menyimulasikan penanganan hantaman yang hampir pasti mengenai New York pada 29 April 2027, dengan energi 5 hingga 20 megaton.
Leviticus Lewis dari Divisi Operasi Penanggulangan FEMA mengatakan latihan itu penting untuk mempertemukan komunitas penanggulangan bencana dan ilmuwan. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu mengidentifikasi persoalan utama dalam menghadapi skenario berpeluang rendah tetapi berdampak besar.