bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:40 WIB

Klaim NASA Prediksi Asteroid Menghantam Bumi pada 2027 adalah Hoaks

Redaksi 03 Oktober 2026 9 views
Klaim NASA Prediksi Asteroid Menghantam Bumi pada 2027 adalah Hoaks
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, video TikTok yang mengklaim NASA memprediksi asteroid akan menghantam Bumi pada 2027 merupakan hoaks. Konten yang sempat ditonton 4,2 juta kali itu menyebut hantaman tersebut berpeluang memusnahkan 96 persen kehidupan di Bumi. Video tampaknya telah dihapus, tetapi sempat didokumentasikan oleh platform pemeriksa fakta BiasBreak.

Menurut laporan IFL Science, video tersebut menggunakan tangkapan layar dari dokumen NASA yang dipotong dan dilepaskan dari konteks. Dokumen itu sebenarnya merupakan bagian dari latihan simulasi, bukan prediksi mengenai peristiwa nyata.

NASA secara berkala mengadakan simulasi dengan skenario asteroid buatan untuk melatih respons para ahli. Latihan tersebut mencakup upaya mengubah arah asteroid maupun mengurangi risiko korban melalui langkah seperti evakuasi.

Astrofisikawan Alfredo Carpineti menjelaskan bahwa skenario simulasi itu dirancang agar terasa realistis. Dalam skenario tersebut, asteroid buatan bisa berdampak sangat besar dan diperkirakan melintas pada jalur dari Hawaii hingga Afrika, melewati daratan utama Amerika Serikat.

NASA menyebut tim dalam simulasi mengirim armada penabrak kinetik untuk mengubah lintasan asteroid, tetapi misi itu dikondisikan tidak berjalan baik. Pada hari terakhir latihan, peserta memodelkan penanganan skenario hantaman yang hampir pasti mengenai New York pada 29 April 2027, dengan energi 5 hingga 20 megaton.

Leviticus Lewis dari Divisi Operasi Penanggulangan FEMA menyatakan latihan tersebut penting untuk mempertemukan komunitas penanggulangan bencana dan ilmuwan. Menurutnya, kegiatan itu membantu mengidentifikasi persoalan utama dalam menghadapi skenario berpeluang rendah tetapi berdampak besar.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.