bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, video TikTok yang mengklaim NASA memprediksi asteroid akan menghantam Bumi pada 2027 merupakan hoaks. Video itu sempat ditonton 4,2 juta kali dan menyebut peristiwa tersebut berpeluang memusnahkan 96 persen kehidupan di Bumi. Kontennya kini tampaknya telah dihapus, tetapi sempat didokumentasikan oleh pemeriksa fakta BiasBreak.
Laporan IFL Science menyebut video itu menggunakan potongan tangkapan layar dokumen NASA di luar konteks untuk membuat klaimnya tampak meyakinkan. Dokumen tersebut sebenarnya berasal dari latihan simulasi, bukan prediksi mengenai kejadian nyata.
NASA secara berkala mengadakan simulasi untuk menguji respons para ahli terhadap skenario asteroid. Latihan itu dapat mencakup upaya mengubah lintasan asteroid atau mengurangi risiko terhadap manusia melalui, antara lain, evakuasi.
Astrofisikawan Alfredo Carpineti menjelaskan bahwa skenario simulasi dirancang agar terasa realistis. Dalam skenario tersebut, asteroid buatan dapat berdampak sangat besar dan diperkirakan memasuki jalur yang membentang dari Hawaii hingga Afrika, melewati daratan utama Amerika Serikat. Tanggal dan lokasi itu merupakan bagian dari simulasi, bukan informasi tentang asteroid sungguhan.
NASA juga menjelaskan bahwa dalam latihan tersebut, badan antariksa berencana mengirim armada penabrak kinetik untuk membelokkan asteroid. Pada hari terakhir konferensi, peserta menyimulasikan penanganan asteroid yang hampir pasti menghantam New York pada 29 April 2027, dengan energi 5 hingga 20 megaton.
Leviticus Lewis dari Divisi Operasi Penanggulangan FEMA mengatakan latihan itu bermanfaat untuk memperkuat kerja sama antara komunitas penanggulangan bencana dan ilmuwan, serta mengidentifikasi persoalan penting dalam menghadapi skenario berpeluang rendah tetapi berdampak besar.