bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait pemadaman internet di Batam dan Bintan yang terjadi saat listrik padam total sejak Senin (12/10).
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan timnya tengah berkomunikasi lintas sektor. Ia menyatakan belum dapat menyimpulkan penyebab maupun dampak insiden sebelum koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait selesai.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyebut jaringan telekomunikasi perusahaan tidak terganggu oleh pemadaman listrik di Batam. Menurutnya, baterai cadangan memiliki kapasitas yang memadai untuk menopang jaringan, sementara sejumlah genset juga tersedia jika diperlukan.
Nugroho menambahkan bahwa baterai dan genset penunjang terkadang menjadi sasaran pencurian. Namun, seluruh peralatan Telkomsel di Batam dipastikan aman dan dapat berfungsi dengan baik.
Jaringan listrik PLN di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, padam total sejak Senin (12/10). Gangguan berlangsung lebih dari 15 jam, dan sejumlah wilayah masih mengalami pemadaman pada Selasa (13/10). Kejadian tersebut menghambat aktivitas warga, termasuk akses air dan internet. Kondisi juga diperburuk asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.
PT PLN Batam menyatakan pasokan listrik bagi seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam telah pulih pada Selasa pagi. PLN Batam menduga gangguan bermula ketika hewan liar, yang kemungkinan monyet, masuk ke Gardu Induk Sungai Harapan dan mengganggu sistem interkoneksi listrik Batam-Bintan. Sekretaris PLN Batam Rudi Antono mengatakan penyebab pasti masih ditelusuri tim teknis dan pihak berwenang.
Pulau Batam dan Pulau Bintan terhubung melalui jaringan listrik bawah laut bertegangan 150 kilovolt sepanjang lebih dari 17,9 kilometer. Jalur tersebut menyalurkan listrik dari pembangkit di Batam ke Bintan, termasuk Tanjungpinang.