bytedaily
Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Konferensi Energi Terbarukan Indonesia 2026 Digelar September, Fokus Percepatan Net Zero Emissions

Redaksi 25 Agustus 2026 4 views
Konferensi Energi Terbarukan Indonesia 2026 Digelar September, Fokus Percepatan Net Zero Emissions
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indonesia EBTKE Conference and Exhibition (IndoEBTKE ConEx) yang memasuki penyelenggaraan ke-12 dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 4 September 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Acara ini bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, sektor industri, investor, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mengakselerasi transisi energi menuju target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.

Menurut keterangan penyelenggara, IndoEBTKE ConEx 2026 akan mengulas isu-isu strategis yang mencakup kebijakan, skema pembiayaan, hingga inovasi teknologi dalam pengembangan energi baru dan terbarukan.

Pada hari pertama penyelenggaraan, agenda akan dibuka dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan pidato dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Selain itu, akan dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mendukung program 100 GW dan Program Listrik Desa.

Sesi pleno dalam konferensi akan membahas secara mendalam mengenai pengembangan energi surya sebesar 100 GW, serta peran energi baru dan terbarukan (EBT) dalam memperkokoh ketahanan energi di tingkat nasional maupun regional. Pameran IndoEBTKE ConEx 2026 sendiri akan dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.

Melalui penyelenggaraan konferensi dan pameran ini, IndoEBTKE ConEx 2026 diharapkan mampu memperkuat kemitraan antarberbagai sektor, membuka potensi investasi baru, dan mempercepat realisasi proyek-proyek energi bersih yang krusial untuk pencapaian target NZE Indonesia pada 2060.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.