bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, konsentrasi PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO2) di sejumlah wilayah Jakarta menurun pada Sabtu (24/10) pagi, terutama pada pukul 04.00 hingga 07.00 WIB. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebut kondisi meteorologi dan kemungkinan dampak operasi modifikasi cuaca (OMC) dapat berkontribusi terhadap perubahan itu.
Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan pemantauan di Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) menunjukkan tren penurunan polutan di lima wilayah ibu kota. Di Jakarta Selatan, kadar PM2,5 pada pukul 04.00–05.00 WIB berada di kisaran 12–32 mikrogram per meter kubik, di bawah baku mutu 55 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, di pesisir Jakarta Utara, kadarnya tercatat 9–17 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00–07.00 WIB.
Penurunan juga terpantau di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Di wilayah Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada pagi hari tercatat berkisar 12–43 mikrogram per meter kubik.
Dudi menjelaskan perubahan kadar polutan dapat dipengaruhi beberapa hal, termasuk kondisi meteorologi dan kegiatan sumber emisi setempat. Hujan yang turun dalam rangka OMC juga berpotensi mengurangi partikulat di atmosfer melalui deposisi basah. Namun, ia mengatakan analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui besarnya pengaruh tiap faktor serta apakah perbaikan kualitas udara akan berlanjut.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menyampaikan bahwa OMC dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan dan membantu menghadirkan kondisi yang lebih nyaman bagi masyarakat. BPBD, katanya, terus memantau cuaca bersama BMKG agar pelaksanaan operasi tersebut tepat sasaran.
Menurut laporan BPBD, OMC berlangsung dalam empat sorti penerbangan pada 21–23 Oktober dengan pesawat PK-SNH. Natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai disebarkan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan. Dalam periode tersebut, hujan dengan intensitas beragam turun di sejumlah daerah sekitar Jakarta. Pada Jumat (23/10), hujan ringan hingga sedang tercatat di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.
Selain OMC, Pemprov DKI menyemprotkan kabut air atau water mist di sejumlah ruas jalan yang dilalui Jakarta Running Festival 2026. Kegiatan itu melibatkan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI.
Pada Minggu pagi, IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada dalam kategori sedang dengan skor 79. Konsentrasi PM2,5 tercatat 24 mikrogram per meter kubik, atau 4,8 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kelompok sensitif dianjurkan membatasi kegiatan di luar ruangan, menggunakan masker, menutup jendela, dan memakai pemurni udara di dalam ruangan.