bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Konsolidasi INKA dan KAI Ditargetkan Rampung Awal 2027

Redaksi 30 September 2026 23 views
Konsolidasi INKA dan KAI Ditargetkan Rampung Awal 2027
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA akan berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam konsolidasi BUMN sektor perkeretaapian. Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyebut proses tersebut ditargetkan selesai sebelum Januari 2027.

Dony mengatakan tanggal pasti konsolidasi masih akan diperiksa. Ia menjelaskan, langkah itu merupakan bagian dari transformasi BUMN sektor industri dan ditujukan untuk mengembangkan INKA, yang berperan dalam penyediaan lapangan kerja serta mendukung kebutuhan transportasi publik berbasis kereta api.

Menurut Dony, kapasitas produksi INKA saat ini belum memadai untuk memenuhi kebutuhan sarana perkeretaapian. Peningkatan kapasitas, termasuk melalui penambahan modal, akan menjadi bagian dari pembenahan perusahaan.

Dony juga menyampaikan bahwa INKA menghadapi persoalan keuangan berupa ekuitas negatif dan pinjaman yang dinilai tidak berkelanjutan sebesar Rp4,7 triliun. Ia mengatakan kondisi tersebut perlu dibenahi agar INKA dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan transportasi publik nasional.

Secara terpisah, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan integrasi KAI dan INKA ditargetkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Saat ini, KAI sedang melakukan uji tuntas terhadap INKA. Akta inbreng atau pengalihan aset ditargetkan dilakukan pada September 2026 dengan skema bersyarat.

Bobby menyebut integrasi akan menggabungkan kemampuan kedua perusahaan. KAI memiliki kemampuan rekayasa melalui Balai Yasa, sedangkan INKA memiliki kemampuan manufaktur. Konsolidasi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi INKA.

Bobby sebelumnya menyampaikan INKA terlambat menyerahkan sembilan rangkaian kereta. Kapasitas produksi kereta rel listrik (KRL) di pabrik INKA saat ini sekitar tiga rangkaian per tahun. Fasilitas KAI di Sumatra Selatan dan Lampung juga akan dimanfaatkan untuk mendukung produksi INKA.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.