bytedaily - Konsumen di Amerika Serikat harus bersabar untuk mendapatkan ban generasi terbaru Michelin, CrossClimate3, yang telah tersedia di Eropa sejak Juli 2025. Michelin menyatakan bahwa ban CrossClimate3 untuk pasar Eropa memiliki desain yang berbeda dengan yang dijual di Amerika Utara, dengan konstruksi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan unik kedua wilayah tersebut. Perusahaan ban ini menambahkan bahwa CrossClimate2 akan terus melayani pengemudi Amerika Utara selama beberapa tahun ke depan.
Mengingat perbedaan ini, mungkin muncul pertanyaan mengenai perbandingan antara CrossClimate2 dan CrossClimate3 yang lebih baru. Sumber independen pengujian ban asal Inggris, Tyre Reviews, melakukan tinjauan komprehensif terhadap kedua ban Michelin tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa CrossClimate3 menawarkan jarak pengereman yang lebih pendek di kondisi basah, kemampuan handling yang sedikit lebih baik di salju, hambatan gelinding yang lebih rendah untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik, kebisingan jalan yang lebih minim, dan kenyamanan berkendara yang lebih optimal. Performa ini dicapai meskipun CrossClimate2 merupakan salah satu ban terbaik untuk truk dan SUV, serta mengungguli ban segala musim lainnya dalam pengujian ekstensif melawan merek-merek ternama seperti Pirelli, Goodyear, Bridgestone, dan Nokian.
Meskipun CrossClimate3 unggul dalam atribut yang paling penting bagi pengemudi Eropa, seperti performa pengereman basah yang lebih baik, hambatan gelinding yang lebih rendah, dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, CrossClimate2 tetaplah ban yang kompeten. Ban ini dilengkapi dengan kompon tapak segala musim yang adaptif terhadap suhu, yang tetap lentur dalam cuaca panas ekstrem atau dingin, cukup untuk mendapatkan simbol 3PMSF (Three-Peak Mountain Snowflake) dan mengatasi salju ringan dengan memadai. Formula karet dan tapak yang lebih dalam pada CrossClimate2 dirancang untuk daya tahan jarak tempuh yang lebih jauh, yang cenderung menjadi prioritas bagi pengemudi Amerika.
CrossClimate2 memiliki sejumlah atribut kuat. Desain tapak directional berbentuk V yang menjadi ciri khasnya menampilkan blok tapak yang saling mengunci di garis tengah dan teknologi 3D SipeLock untuk meningkatkan cengkeraman longitudinal. Michelin juga telah mengoptimalkan tapak berbentuk V yang agresif untuk mengurangi kebisingan. Namun, persaingan terus berkembang, dan dalam pengujian terpisah oleh Tyre Reviews, CrossClimate2 telah dikalahkan oleh Continental sebagai ban segala musim terbaik. Meskipun demikian, ban ini tetap menjadi salah satu pilihan terbaik jika performa segala musim yang sesungguhnya dan kemampuan menghadapi salju ringan menjadi prioritas utama.
Di sisi lain, CrossClimate3 hadir dengan kompon tapak adaptif termal baru yang, seperti pada CrossClimate2, menyesuaikan diri dengan perubahan suhu ekstrem dan musim dingin yang keras untuk mendapatkan simbol 3PMSF. Desain tapak V directional pada CrossClimate3 memiliki lebih sedikit tumpang tindih tapak di garis tengah dan diperkuat dengan teknologi Michelin Max Touch Construction untuk mempertahankan area kontak yang optimal dan mendorong keausan yang merata.
Eropa juga memiliki varian CrossClimate3 Sport yang diluncurkan bersamaan dengan CrossClimate3 standar. Varian Sport adalah ban segala musim serbaguna untuk mobil sport dan kendaraan berperforma tinggi. Meskipun menyandang nama sport, CrossClimate3 Sport memiliki simbol Three Peak Mountain Snow Flake (3PMSF), yang menandakan kemampuannya yang tinggi dalam menghadapi salju dan mengemudi di musim dingin. Kendaraan performa yang membutuhkan sertifikasi musim dingin menjadi pertimbangan penting bagi pengemudi Eropa. Namun, segmen ini tidak signifikan di Amerika, di mana pengemudi lebih cenderung beralih ke ban performa khusus di musim panas dan ban salju di musim dingin.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.