bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Kontrak Dagang Kacang Hijau dan Rumput Laut RI-China Capai Rp326 Miliar

Redaksi 14 Oktober 2026 4 views
Kontrak Dagang Kacang Hijau dan Rumput Laut RI-China Capai Rp326 Miliar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, kontrak perdagangan kacang hijau dan rumput laut antara Indonesia dan China pada 2026 bernilai 19,59 juta dolar AS atau sekitar Rp326 miliar, dengan total volume 14 ribu ton. Pemerintah juga menjajaki kerja sama pengolahan hasil pertanian untuk menambah nilai produk di dalam negeri.

Data China National Township Enterprises Co., Ltd. (CNTEC) merinci kontrak itu terdiri atas 7.900 ton kacang hijau senilai 9,86 juta dolar AS dan 6.100 ton rumput laut senilai 9,73 juta dolar AS. Informasi tersebut disampaikan dalam pertemuan CNTEC dengan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Beijing pada pekan ini.

Nilai perdagangan itu merupakan kontrak yang dipaparkan CNTEC, bukan kesepakatan baru yang ditandatangani saat pertemuan. Pemerintah turut membahas peluang kolaborasi teknologi pertanian dan pengolahan produk dengan sejumlah perusahaan China.

Iftitah mengatakan, kerja sama perdagangan dan investasi perlu memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi Indonesia. Pemerintah, kata dia, ingin memperluas pengolahan produk di dalam negeri agar nilai tambah dan kesempatan kerja dapat dinikmati masyarakat di daerah.

Ia menyampaikan bahwa peluang ekspor perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi dan mutu hasil panen. Penanganan pascapanen serta distribusi juga perlu diperbaiki agar kawasan transmigrasi dapat memasok pasar secara berkelanjutan.

Kementerian Transmigrasi membahas kemungkinan kerja sama dengan FAMSUN Group untuk mengembangkan fasilitas pengeringan, penyimpanan, dan pengolahan hasil pertanian. Fasilitas itu diharapkan dapat menekan kehilangan hasil panen serta menjaga mutu produk sebelum dipasarkan.

Pengolahan di daerah juga dinilai berpotensi meningkatkan nilai jual komoditas dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Selain itu, pemerintah menjajaki penggunaan teknologi pertanian dengan Shenzhen DJI Innovations Co., Ltd. (DJI), termasuk drone untuk penyemprotan, penebaran benih dan pupuk, pemberian pakan ikan, serta pengangkutan barang.

Pembahasan dengan DJI turut mencakup pelatihan bagi operator dan teknisi lokal. Penguasaan teknologi diharapkan membantu petani meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan usaha.

Beijing Leili Marine Bioindustry Inc. memperkenalkan sejumlah produk olahan rumput laut, termasuk bahan yang digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman dan menjaga kesehatan tanah. Teknologi pengolahan tersebut membuka peluang pengembangan industri rumput laut dengan nilai jual lebih tinggi.

Sejumlah rencana kerja sama masih membutuhkan kajian lanjutan, antara lain terkait ketersediaan bahan baku, standar mutu produk, kebutuhan teknologi, dan kesiapan infrastruktur. Kementerian Transmigrasi akan memetakan potensi proyek dan calon mitra sesuai karakteristik setiap kawasan transmigrasi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.