bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, seorang kreator konten di Instagram mengklaim menemukan data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang diduga bocor dan diperjualbelikan. Ia menyampaikan klaim tersebut melalui video yang diunggah akun @realmbert, tanpa menyebutkan secara spesifik platform tempat data itu ditemukan.
Kreator yang dikenal sebagai Mister Bert itu mengatakan data yang ditemukan mencakup foto KTP, informasi keluarga, serta sejumlah kata sandi. Rincian data keluarga tidak dipaparkan dalam laporan demi menjaga privasi.
Mister Bert juga menyinggung dugaan perdagangan data pribadi melalui Telegram. Menurut klaimnya, data seseorang ditawarkan seharga Rp10.000, sedangkan data yang dikaitkannya dengan Meutya dijual seharga Rp2.000. Ia menyebut data yang diperoleh dapat mencakup foto wajah dan lokasi.
Ia mengaku telah beberapa kali mendatangi Kementerian Komunikasi dan Digital untuk melaporkan dugaan kebocoran data dan menunjukkan celah keamanan. Ia juga menyebut pernah menyampaikan temuan terkait data Gibran. Menurutnya, upaya itu dilakukan agar persoalan keamanan data mendapat perhatian dan ditangani.
Mister Bert menyatakan unggahannya bukan bertujuan mempermalukan Meutya, melainkan mengingatkan tentang risiko kebocoran data. Ia meminta pemerintah memperkuat perlindungan data pribadi serta menindak perdagangan dan penyalahgunaan data.
CNNIndonesia.com meminta tanggapan Komdigi. Laporan yang diberikan menyebut Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar menyampaikan pernyataan resmi, tetapi teks sumber terhenti saat memuat keterangan bahwa pihaknya berkoordinasi. Karena itu, rincian tanggapan tersebut tidak tercantum dalam bahan yang tersedia.