bytedaily
Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:59 WIB

Lamine Yamal: Spanyol Akan Jadi Lawan Berat Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Redaksi 11 Juli 2026 2 views
Lamine Yamal: Spanyol Akan Jadi Lawan Berat Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Lamine Yamal menyatakan bahwa tim nasional Spanyol akan menjadi lawan yang tangguh bagi Prancis dalam pertandingan semifinal Piala Dunia 2026. Kepastian duel antara kedua tim tersebut terjadi setelah Spanyol berhasil mengalahkan Belgia dengan skor 2-1 pada babak perempat final.

Dalam pertandingan melawan Belgia tersebut, Yamal menunjukkan performa yang gemilang meskipun tidak mencatatkan gol maupun assist. Pemain berusia 18 tahun ini bahkan dianugerahi predikat pemain terbaik atau man of the match. "Jika Prancis harus takut pada siapa pun, itu adalah kami," ujar Yamal terkait potensi pertemuan semifinal melawan Prancis, seperti dikutip dari Mundo Deportivo. Ia menambahkan, "Kami sangat senang berada di semifinal. Kami telah berada di sini [Amerika Serikat] selama beberapa hari dan kami ingin melaju hingga akhir [meraih gelar juara]."

Sebelum Piala Dunia 2026, Yamal sempat mengalami keraguan terkait kebugarannya karena cedera yang dialaminya. Hingga saat ini, dalam enam pertandingan yang telah dilakoni di Piala Dunia 2026, Yamal baru berhasil mencetak satu gol, yaitu saat Spanyol mengalahkan Arab Saudi 4-0. Kendati demikian, Yamal tetap menjadi pemain kunci di bawah arahan pelatih Luis de la Fuente, dengan kemampuannya dalam mengolah bola sering kali menyulitkan bek sayap lawan.

Contohnya terlihat saat melawan Belgia, di mana pergerakan Yamal membuat bek kiri Maxim de Cuyper kesulitan hingga akhirnya digantikan pada menit ke-60. Kemenangan Spanyol atas Belgia juga ditandai dengan kebobolan pertama bagi kiper Unai Simon di turnamen ini. Yamal menyatakan sedikit terkejut dengan gol yang bersarang di gawang Spanyol mengingat timnya sedang dalam performa terbaik. "Kami jauh lebih unggul [dalam penguasaan bola], dan gol yang tercipta ke gawang kami adalah situasi yang aneh, karena terjadi ketika kami sedang bermain dengan performa terbaik," jelasnya.

Yamal juga menanggapi anggapan bahwa Spanyol tidak memainkan sepak bola yang menarik. "Mungkin kami terlihat tidak memainkan sepak bola menarik, tetapi tidak ada yang benar-benar bisa menantang kami. Semua bertahan, tetapi pada akhirnya kami meraih kemenangan," pungkasnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.