bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, jaringan WiFi di rumah rentan terhadap pembobolan oleh pihak tidak bertanggung jawab, baik peretas maupun tetangga yang ingin menggunakan koneksi internet tanpa izin. Celah keamanan seperti penggunaan kata sandi yang lemah, misalnya tanggal lahir atau urutan angka sederhana, sangat mudah ditembus melalui metode brute force. Selain itu, penggunaan protokol enkripsi lama seperti WEP yang sudah tidak aman, serta kebiasaan pengguna yang tidak mengganti username dan password default router, juga membuka peluang peretas masuk ke sistem pengaturan.
Untuk mengamankan jaringan WiFi, disarankan untuk menerapkan beberapa langkah pencegahan. Pertama, gunakan kata sandi yang kuat dan unik, yang menggabungkan huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari penggunaan nama atau informasi pribadi yang mudah ditebak. Kedua, aktifkan protokol enkripsi terbaru, yaitu WPA3, yang menawarkan keamanan tertinggi. Jika perangkat belum mendukung WPA3, WPA2-PSK dapat menjadi alternatif yang masih sangat efektif.
Cara lain untuk memperkuat keamanan WiFi adalah dengan menyembunyikan nama jaringan (SSID Broadcast) melalui pengaturan wireless. Dengan menonaktifkan fitur ini, nama WiFi tidak akan muncul di daftar pencarian otomatis, sehingga pengguna baru harus memasukkan nama jaringan secara manual. Pengguna juga dapat memanfaatkan fitur daftar putih (whitelist) berdasarkan MAC Address. Dengan mendaftarkan hanya perangkat keluarga, perangkat asing yang tidak terdaftar akan ditolak aksesnya meskipun mengetahui kata sandi.
Fitur Wi-Fi Protected Setup (WPS) yang memudahkan koneksi tanpa mengetik sandi panjang sebaiknya dimatikan karena memiliki celah keamanan yang sering dieksploitasi. Penting juga untuk secara berkala memeriksa dan memperbarui firmware router untuk menambal celah keamanan dan menjaga performa optimal. Jika ada tamu yang membutuhkan akses internet, gunakan fitur Guest Network yang menyediakan jalur internet terpisah agar tidak mengganggu jaringan utama dan mencegah akses ke perangkat pribadi.
Selain itu, fitur Remote Administration yang memungkinkan pengaturan router diakses dari luar rumah sebaiknya dinonaktifkan demi keamanan. Terakhir, pastikan fitur firewall internal pada router selalu dalam posisi aktif untuk menyaring lalu lintas data yang mencurigakan dan mencegah serangan siber.