bytedaily - Data terbaru dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan rekor suhu panas yang terus menerus di lautan selama sembilan tahun berturut-turut, disertai dengan mundurnya gletser dan peningkatan cuaca ekstrem yang merenggut ribuan nyawa. Laporan 'State of the Global Climate 2025' mengonfirmasi bahwa iklim Bumi berada dalam ketidakseimbangan paling parah dalam sejarah yang tercatat, dengan konsekuensi yang dapat terasa selama berabad-abad.
Setiap indikator iklim utama menunjukkan tanda bahaya, termasuk rekor dekade terpanas dari 2015 hingga 2025, suhu laut yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan peningkatan pesat pada ketidakseimbangan energi Bumi, yang berarti lebih banyak energi matahari yang masuk ke sistem planet dibandingkan yang keluar. Kenaikan permukaan air laut global juga terus mengalami percepatan.
Penyebab utama dari tren pemanasan ini adalah konsentrasi gas rumah kaca yang melonjak di atmosfer, didorong oleh pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas. Tingkat karbon dioksida (CO2) di atmosfer pada tahun 2024 mencapai level tertinggi dalam setidaknya dua juta tahun. Para ilmuwan mengingatkan bahwa kembalinya fenomena cuaca El Nino tahun ini berpotensi mendorong peningkatan suhu lebih tajam dan memperburuk cuaca ekstrem, sementara kebijakan mitigasi iklim seperti Perjanjian Paris menjadi semakin krusial.