bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah aplikasi, termasuk yang terpasang secara default dari Google, dapat menyebabkan baterai ponsel lebih cepat habis karena aktivitas latar belakang yang intens. Meskipun kapasitas baterai terus meningkat, daya tahan perangkat juga dipengaruhi oleh aplikasi yang berjalan di belakang layar.
Selain aplikasi media sosial populer, aplikasi Google seperti YouTube, Google Chrome, dan Google Maps diketahui berpotensi menguras baterai. Konsumsi daya ini disebabkan oleh penggunaan layar, internet, prosesor, GPS, atau layanan latar belakang yang terus-menerus.
YouTube, misalnya, mengonsumsi daya yang signifikan saat memutar video. Proses ini melibatkan penggunaan koneksi internet untuk mengunduh konten, layar yang aktif, dan kerja prosesor untuk mendekode video. Pengguna dapat mengurangi konsumsi daya dengan menonaktifkan pemutaran pratinjau video otomatis dan membatasi penggunaan latar belakang pada pengaturan aplikasi.
Google Chrome juga dapat menguras baterai karena menjalankan berbagai proses di latar belakang, seperti pengiriman dan penerimaan data serta fitur pemuatan halaman lebih awal. Meskipun tidak ada mode hemat energi khusus pada versi ponsel, pengguna dapat membatasi aktivitas latar belakang dan menonaktifkan fitur pra-pemuatan halaman untuk menghemat daya.
Google Maps dikenal boros baterai karena penggunaan GPS yang konstan untuk melacak lokasi pengguna. Selama navigasi, aplikasi ini juga memerlukan koneksi internet dan layar yang aktif untuk menampilkan petunjuk arah. Fitur seperti Live View dan informasi lalu lintas real-time semakin menambah konsumsi daya. Pengguna dapat menghemat baterai dengan mengunduh peta untuk penggunaan luring, mengurangi kecerahan layar, dan membatasi aktivitas latar belakang aplikasi.