bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:36 WIB

Lima Model AI Terpopuler Dunia Ternyata Berasal dari China

Redaksi 08 Agustus 2026 9 views
Lima Model AI Terpopuler Dunia Ternyata Berasal dari China
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, lima model kecerdasan buatan (AI) terpopuler di dunia saat ini seluruhnya berasal dari China. Hal ini terungkap dari data terbaru yang dirilis oleh platform AI, OpenRouter, mengenai peringkat penggunaan model AI mingguan.

Menurut data OpenRouter, lima posisi teratas dikuasai oleh model-model AI yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan asal China. Model V4 Flash dari DeepSeek menduduki peringkat pertama dengan total penggunaan mencapai 7,22 triliun token. Diikuti oleh MiMo V2.5 dari Xiaomi, Hy3 dari Tencent, V4 Pro dari DeepSeek, dan GLM 5.2 buatan Z.ai.

Pengamat industri menilai tren ini menunjukkan kebangkitan pesat perusahaan teknologi China di sektor AI, meskipun ada upaya dari Amerika Serikat untuk membendung perkembangan mereka. Peringkat ini diukur berdasarkan total penggunaan token, baik prompt maupun completion, yang diproses oleh masing-masing model.

Selain menawarkan efisiensi biaya, model-model AI China ini juga menunjukkan keunggulan spesifik. Model V4 Pro dari DeepSeek, misalnya, memiliki performa setara dengan model closed-source terkemuka dalam menangani tugas-tugas pemrograman dan AI agent yang kompleks. Keunikan lain dari model-model ini adalah lonjakan peringkat yang cepat setelah dirilis, bahkan beberapa baru resmi menjadi open-source dalam beberapa waktu terakhir.

Di Hugging Face, komunitas AI open-source terbesar global, model buatan China juga mencatat total unduhan tertinggi. Kimi K3 memimpin dengan 968.000 unduhan, diikuti oleh DeepSeek V4 Flash.

Xiang Ligang, Direktur Jenderal Asosiasi Teknologi Aplikasi Konsumsi Informasi Modern Zhongguancun, menyatakan bahwa peringkat ini membuktikan ekspansi pesat model bahasa besar (LLM) China ke pasar global dan pengakuan internasional. Ia juga menambahkan bahwa upaya pembatasan teknologi oleh AS tidak berhasil memperlambat inovasi AI China, karena persaingan AI melibatkan berbagai faktor seperti algoritma, data, komputasi, ekosistem aplikasi, dan talenta.

China dinilai memiliki keunggulan dalam sumber daya data besar, ekosistem manufaktur lengkap, dan skenario penerapan yang beragam, memungkinkan penerapan model AI besar di berbagai sektor. Laporan Xinhua menyebutkan China diproyeksikan memiliki lebih dari 6.000 perusahaan AI pada akhir 2025 dengan skala industri inti melampaui 1,2 triliun yuan, serta akumulasi unduhan global model AI open-source buatan China yang telah menembus 10 miliar. China juga merupakan pemegang paten AI terbesar di dunia, mencapai 60 persen dari total global.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.