bytedaily
Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Mahasiswa Tawarkan Solusi Teknologi dan Ekonomi Sirkular untuk Perbaikan Sektor Pertambangan

Redaksi 28 Agustus 2026 1 views
Mahasiswa Tawarkan Solusi Teknologi dan Ekonomi Sirkular untuk Perbaikan Sektor Pertambangan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, tantangan dalam sektor pertambangan, termasuk aspek keselamatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, telah memicu munculnya berbagai gagasan inovatif dari kalangan mahasiswa. Solusi yang berbasis teknologi dan ekonomi sirkular diajukan untuk memperkuat penerapan praktik pertambangan yang baik atau 'good mining practice'.

Inisiatif ini terwujud dalam babak final kompetisi Innovation Harvest: Good Mining Practice Case Competition 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara (BBPMB) tekMIRA serta Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ESDM Goes to Campus 2026 untuk subsektor mineral dan batubara, diikuti oleh lebih dari 140 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Para peserta ditugaskan untuk merumuskan solusi terhadap berbagai permasalahan pertambangan dengan fokus pada konteks tantangan yang dihadapi di wilayah Kalimantan Selatan. Tiga isu utama yang diangkat meliputi optimalisasi penerapan 'good mining practice' di area operasi tambang, pengelolaan lingkungan dan reklamasi pascatambang, serta program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Setelah melalui proses seleksi proposal, enam tim berhasil melaju ke babak final. Tim-tim ini berasal dari Politeknik Negeri Balikpapan, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Muria Kudus, Universitas Tanjungpura, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta, dan Universitas Padjadjaran. Dalam tahap final, setiap tim mempresentasikan gagasan solusi, strategi implementasi, serta potensi keberlanjutan ide-ide mereka di hadapan dewan juri.

Salah satu pendekatan yang menonjol adalah pemanfaatan teknologi untuk mengantisipasi potensi bahaya di area pertambangan. Penilaian dari dewan juri menunjukkan bahwa para finalis tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga berupaya memberikan solusi yang memiliki potensi untuk diterapkan. Agus Wahyudi, Penyelidik Bumi Ahli Muda BBPMB tekMIRA, menyatakan bahwa kualitas gagasan yang diajukan membuat proses penjurian berlangsung sangat ketat. Ia berharap ide-ide yang dikembangkan tidak hanya berhenti pada tahap kompetisi, melainkan dapat diupayakan hingga tahap implementasi.

Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan berhasil meraih juara pertama dengan gagasan SIGAP TAMBANG, sebuah sistem prediksi dan kendali otomatis berbasis AI-IoT untuk mitigasi risiko longsor pada 'highwall' tambang batubara terbuka. Juara kedua diraih oleh Tim Miners 24 dari Universitas Tanjungpura melalui CARBON-HAUL, sistem deteksi dan prioritas perawatan 'haul road' berbasis AI-GIS yang bertujuan meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon. Sementara itu, Tim CIRCL dari Universitas Padjadjaran meraih juara ketiga dengan konsep pemberdayaan kelompok kompos berbasis ekonomi sirkular untuk mendukung kemandirian masyarakat di sekitar wilayah tambang Kalimantan Selatan.

Menurut Koordinator Kehumasan dan Informasi Publik Ditjen Minerba, Anggita Miftah Hairani, kompetisi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami persoalan pertambangan secara lebih mendalam.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.