bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, pengusaha e-commerce veteran Marc Lore, yang sebelumnya menjual startupnya kepada Amazon dan Walmart, memiliki rencana ambisius untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam perusahaan terbarunya, Wonder. Inisiatif utama dari rencana ini adalah Wonder Create, sebuah platform yang dirancang untuk memungkinkan siapa saja, mulai dari pengusaha kuliner hingga influencer media sosial, menggunakan AI untuk merancang dan meluncurkan merek restoran mereka sendiri dalam waktu kurang dari satu menit.
Restoran virtual yang dihasilkan kemudian akan beroperasi di jaringan dapur yang terhubung dengan teknologi milik Wonder. Saat ini, Wonder memiliki 120 lokasi dapur, dan menargetkan peningkatan hingga 400 lokasi pada tahun depan. Startup Lore, yang beroperasi sebagai platform terintegrasi untuk makan dan pengiriman, telah berevolusi dari truk makanan menjadi restoran cepat saji dengan kapasitas 10 hingga 20 tempat duduk.
Dapur-dapur ini digambarkan sebagai "platform memasak yang dapat diprogram" yang mampu beroperasi sebagai 25 jenis restoran berbeda berdasarkan jenis masakan, di dalam dapur yang sepenuhnya elektrik dan semakin dilengkapi robotika. Lore menjelaskan dalam konferensi "Future of Everything" yang diselenggarakan oleh The Wall Street Journal bahwa dapur-dapur ini memiliki perpustakaan 700 bahan.
Lebih lanjut, Lore merinci cara kerja Wonder Create dengan memanfaatkan teknologi AI, menggambarkannya sebagai "antarmuka depan Shopify dengan perintah AI." Pengguna dapat mengetik jenis restoran yang ingin mereka bangun, dan AI akan secara otomatis menghasilkan nama, merek, deskripsi, gambar, harga, informasi kesehatan, serta semua resep dalam waktu kurang dari satu menit. Pengguna kemudian dapat menyempurnakan perintah jika diperlukan sebelum restoran tersebut diluncurkan di seluruh lokasi Wonder.
Saat ini, Wonder mengoperasikan 120 "platform memasak yang dapat diprogram" dan berencana menambah jumlahnya menjadi 400 tahun depan. Lore menekankan bahwa penambahan robotika tidak serta-merta mengurangi jumlah staf, melainkan meningkatkan kapasitas produksi makanan per jam di setiap dapur. Ia menyebutkan bahwa dengan 12 orang, kapasitas produksi saat ini mencapai 7 juta porsi, dan mereka melihat potensi peningkatan menjadi 20 juta porsi dari area seluas 2.500 kaki persegi dengan jumlah staf yang sama. Target jangka panjangnya adalah memiliki 1.000 restoran unik yang beroperasi dari area 2.500 kaki persegi pada tahun 2035.
Tujuan utama dari restoran yang diciptakan oleh AI ini adalah untuk mendorong eksperimen kuliner. Misalnya, seorang pemilik restoran dapat menguji resep baru untuk mengukur respons pelanggan sebelum memasukkannya ke dalam menu restoran fisik mereka. Lore juga melihat potensi penggunaan platform ini untuk influencer agar dapat terhubung dengan audiens mereka melalui kreasi kuliner.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.