bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:58 WIB

Memahami Masa Dukungan Perangkat: Cara Cek Umur Sisa iPhone dan Android

Redaksi 21 Juli 2026 12 views
Memahami Masa Dukungan Perangkat: Cara Cek Umur Sisa iPhone dan Android
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, setiap ponsel memiliki masa dukungan pembaruan yang menentukan kenyamanan penggunaannya dalam jangka panjang. Masa pakai ponsel tidak hanya diukur dari kapan perangkat dibeli, melainkan juga mencakup usia produksi atau tanggal rilis serta periode dukungan resmi dari pabrikan.

Secara teknis, setiap ponsel memiliki batas usia atau yang dikenal sebagai 'end of life'. Setelah melewati batas ini, perangkat tidak serta-merta berhenti berfungsi, namun menjadi lebih rentan terhadap ancaman keamanan seperti peretasan dan malware karena tidak lagi menerima pembaruan keamanan rutin.

Kebijakan dukungan pembaruan bervariasi antar produsen. Perangkat kelas atas dari Samsung dan Google, misalnya, dikabarkan dapat menerima pembaruan sistem dan keamanan hingga tujuh tahun. Sementara itu, ponsel kelas menengah dari merek seperti Xiaomi dan Motorola umumnya mendapatkan dukungan selama tiga tahun sejak tanggal rilis.

Untuk memeriksa masa dukungan iPhone, pengguna dapat mengetahui kapan pertama kali perangkat diaktifkan. Bagi pengguna Android, beberapa produsen seperti Samsung dan Google telah memperpanjang masa dukungan perangkat mereka dalam beberapa tahun terakhir. Namun, tidak semua perangkat lama mendapatkan tingkat dukungan yang sama.

Bagi pengguna yang ingin mengetahui sisa umur perangkat Android mereka, terdapat cara mudah untuk memeriksanya. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah melalui situs web yang menyediakan informasi terkait masa dukungan perangkat, yang juga menggunakan penandaan warna untuk menunjukkan perangkat yang mendekati akhir masa dukungan atau telah mencapainya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.