bytedaily
Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:39 WIB

Mengenang Andie Peci: Dari Aktivis Bonek hingga Penggerak Perdamaian Antar Suporter

Redaksi 11 Juli 2026 1 views
Mengenang Andie Peci: Dari Aktivis Bonek hingga Penggerak Perdamaian Antar Suporter
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Andy Kristiantono, yang lebih dikenal dengan nama Andie Peci, seorang tokoh penting dalam komunitas Bonek, sebutan bagi suporter Persebaya Surabaya, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (10/7) sekitar pukul 11.20 WIB. Beliau menghembuskan napas terakhirnya di RSUD dr Mohamad Soewandhie Surabaya setelah menjalani perawatan medis selama beberapa bulan.

Andie Peci, yang lahir dan menyelesaikan pendidikan dasarnya hingga menengah atas di Madiun, Jawa Timur, telah menunjukkan kecintaannya pada Persebaya sejak era perserikatan. Setelah menamatkan sekolah, ia memutuskan untuk pindah ke Surabaya, kota yang kemudian menjadi tempatnya menghabiskan sebagian besar hidupnya. Di Kota Pahlawan inilah ia melanjutkan pendidikan tinggi, bekerja, sembari tetap setia mendukung klub kesayangannya.

Seiring waktu, pria yang identik dengan topi flat cap-nya ini semakin aktif dalam gerakan Bonek. Ia dikenal sebagai salah satu pemimpin utama gerakan Bonek pada periode 2010 hingga 2017, masa ketika Persebaya menghadapi periode sulit dengan dualisme, sanksi dari PSSI, hingga sempat mati suri. Dalam situasi tersebut, Andie Peci bersama elemen suporter Bonek lainnya tak henti-hentinya berjuang melalui berbagai aksi untuk mengembalikan status Persebaya di kancah sepak bola nasional.

Salah satu koordinator Bonek, Husein Ghozali atau Cak Conk, mengenang Andie Peci sebagai sosok yang kuat dengan idealisme tinggi dalam memperjuangkan pengakuan Persebaya. Perjuangan tersebut tidak terlepas dari risiko, terbukti pada April 2013, Andie Peci menjadi korban penyerangan yang mengakibatkan luka bacok di tangan, meskipun demikian, semangat juangnya tidak pernah padam.

Berkat kegigihan perjuangan yang dipimpinnya bersama Bonek lainnya, PSSI akhirnya memulihkan status keanggotaan Persebaya, memungkinkan tim berjuluk Bajul Ijo itu kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada awal 2017. Cak Conk menambahkan bahwa kepiawaian dan mobilitas Andie Peci dalam bernegosiasi dan bergerak untuk mengembalikan Persebaya sulit ditandingi.

Selain dikenal di kalangan suporter Persebaya, nama Andie Peci juga dikenal luas dalam upaya memperjuangkan perdamaian antarsuporter, terutama pascatragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Ia tampil sebagai salah satu tokoh yang menyerukan rekonsiliasi antara Bonek dan Aremania, serta mengimbau Bonek untuk menghormati korban tragedi tersebut dengan tidak menggelar konvoi penyambutan tim. Ia bahkan berencana untuk berkunjung ke Malang guna menyampaikan duka cita dan mendukung investigasi tragedi tersebut.

Andie Peci juga pernah diundang dalam acara Mata Najwa untuk mewakili suara suporter sepak bola Indonesia dalam diskusi mengenai tragedi Kanjuruhan. Di luar ranah sepak bola, beliau juga aktif sebagai aktivis buruh dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Ia dikenal vokal menyuarakan kritik terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk birokrasi pelayanan publik dan kebijakan ketenagakerjaan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.