bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 14:27 WIB

Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Redaksi 28 Juni 2026 6 views
Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Target ambisius ini akan didukung oleh beberapa "mesin pertumbuhan ekonomi baru" yang sedang diimplementasikan oleh pemerintah.

Purbaya menyatakan bahwa optimisme ini didasarkan pada penguatan fondasi ekonomi nasional, reformasi birokrasi fiskal, serta peningkatan peran investasi dan sektor swasta dalam menggerakkan aktivitas ekonomi. Ia menyoroti bahwa di tengah ketidakstabilan ekonomi global, Indonesia masih mampu mencatat pertumbuhan sebesar 5,61 persen, yang menandakan mesin pertumbuhan ekonomi baru sedang diaktifkan.

Salah satu upaya yang terus ditingkatkan pemerintah, menurut Purbaya, adalah optimalisasi lembaga-lembaga di bawah Kementerian Keuangan, seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), untuk mempercepat ekspor nasional. LPEI telah meluncurkan Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi yang ditujukan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) eksportir, menawarkan suku bunga pinjaman yang kompetitif, bahkan hingga 4 persen jika diperlukan, untuk mendorong pelaku usaha menembus pasar internasional.

Purbaya memperkirakan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai secara bertahap. Langkah awal adalah membawa laju ekonomi ke kisaran 6 persen, sebelum meningkat seiring dengan perbaikan iklim investasi, ekspor, dan produktivitas nasional. Ia menambahkan bahwa target ini realistis jika kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil dapat berjalan secara harmonis. Momentum pemulihan ekonomi sejak akhir tahun 2025 telah diperkuat oleh berbagai kebijakan pemerintah yang berfokus pada peningkatan likuiditas, investasi, konsumsi masyarakat, dan percepatan belanja negara.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga terus melaksanakan reformasi fiskal, khususnya di sektor perpajakan dan kepabeanan, guna memperkuat penerimaan negara dan memperluas ruang fiskal untuk mendukung pembangunan nasional.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.