bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Menkomdigi Imbau Masyarakat Waspada Hoaks Terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Redaksi 06 September 2026 5 views
Menkomdigi Imbau Masyarakat Waspada Hoaks Terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan sambil tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi dari sumber resmi.

Menurut Meutya, masyarakat perlu mengacu pada arahan otoritas terkait dan memastikan kebenaran informasi yang diterima dari sumber terpercaya. Aktivitas vulkanik signifikan pada Gunung Anak Krakatau telah terpantau sejak Jumat (4/9) malam, yang menyebabkan statusnya dinaikkan menjadi Level III atau Siaga. Abu vulkanik dilaporkan telah menyebar ke beberapa wilayah seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu.

Peningkatan aktivitas ini juga berdampak pada sektor penerbangan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan potensi tsunami. Dentuman dan getaran yang dirasakan di sebagian wilayah Jawa Barat turut menambah kekhawatiran tersebut. Meutya menyarankan masyarakat untuk memantau perkembangan aktivitas Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik melalui kanal resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Ia mengingatkan agar tidak meneruskan informasi yang belum jelas kebenarannya demi menghindari keresahan akibat misinformasi.

Meutya juga memberikan sejumlah saran bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik. Disarankan untuk menggunakan masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar rumah, menggunakan kacamata pelindung, serta menghindari penggunaan lensa kontak. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi jika tidak mendesak. Bagi pengendara, diimbau untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalanan licin. Setelah beraktivitas di luar, masyarakat diminta mencuci tangan dan wajah, serta melindungi sumber air bersih dari paparan abu.

Lebih lanjut, Meutya mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG. Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, dan masyarakat tidak perlu panik namun tetap waspada serta menjaga kesehatan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.