bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Menkomdigi Ingatkan Bahaya Hoaks di Tengah Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Redaksi 06 September 2026 4 views
Menkomdigi Ingatkan Bahaya Hoaks di Tengah Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK).

Meutya menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada, serta mengutamakan informasi dari sumber resmi dan terpercaya. "Yang paling penting adalah tetap tenang, tetapi jangan mengurangi kewaspadaan. Masyarakat perlu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya," ujar Meutya pada Minggu (6/9).

Gunung Anak Krakatau dilaporkan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik sejak Jumat (4/9) malam dan saat ini berada dalam status Siaga (Level III). Abu vulkanik telah terdeteksi menyebar ke beberapa wilayah seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bengkulu. Aktivitas ini juga berdampak pada sektor penerbangan dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan potensi tsunami, ditambah dengan adanya dentuman dan getaran di sebagian wilayah Jawa Barat.

Untuk memastikan keakuratan informasi, Meutya menyarankan masyarakat untuk memantau perkembangan aktivitas GAK dan sebaran abu vulkanik melalui kanal resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. "Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misinformasi atau misleading yang dapat menyebabkan keresahan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak meneruskan informasi yang kebenarannya belum jelas. "Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Meutya.

Lebih lanjut, Menkomdigi memberikan sejumlah saran bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik. Disarankan untuk menggunakan masker N95 atau KN95 saat beraktivitas di luar rumah, menggunakan kacamata pelindung, dan menghindari penggunaan lensa kontak. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi jika tidak mendesak. Bagi pengendara, diimbau untuk mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan karena abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang dan membuat jalanan licin.

Masyarakat juga diminta untuk mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan, serta melindungi sumber air bersih dari paparan abu. Meutya kembali mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG.

"Keselamatan adalah yang utama. Tidak perlu panik, namun tetap selalu waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan," tutupnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.