bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Menpar Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027

Redaksi 29 September 2026 8 views
Menpar Luncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meluncurkan Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 pada Hari Pariwisata Nasional. Dokumen ini disiapkan sebagai referensi bagi para pemangku kepentingan untuk memahami perubahan sektor pariwisata, melihat peluang, mengantisipasi tantangan, dan menyusun arah pengembangan hingga 2027.

Widiyanti mengatakan Hari Pariwisata Dunia dapat menjadi waktu untuk meninjau perjalanan sektor pariwisata dan menyiapkan langkah ke depan, terutama di tengah perubahan global. Ia menyebut ketidakpastian geopolitik, tantangan iklim, serta perkembangan kecerdasan buatan sebagai dinamika yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang.

Menurut Widiyanti, kinerja pariwisata Indonesia tetap positif. Pada Januari hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 8,98 juta, naik 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting, tetapi peningkatan daya saing perlu disertai upaya memperbaiki kualitas pertumbuhan.

Widiyanti berharap pertumbuhan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan. Pengalaman wisata yang lebih berkualitas, peningkatan nilai tambah ekonomi, dan manfaat yang lebih nyata bagi kesejahteraan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari perkembangan sektor ini.

Ia menjelaskan, Indonesia Tourism Outlook 2026/2027 disusun dengan mempertimbangkan pandangan para ahli melalui survei serta wawancara dengan pelaku usaha dan mitra dalam program unggulan Kementerian Pariwisata. Pendekatan itu diharapkan dapat menghubungkan perspektif kebijakan dengan perkembangan dan kebutuhan industri.

Widiyanti berharap dokumen tersebut dapat mendukung perumusan kebijakan pemerintah, menjadi rujukan bagi pelaku industri pariwisata, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, pembangunan pariwisata membutuhkan keterlibatan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.