bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 05:59 WIB

Mentan Amran dan Mahasiswa Papua Luncurkan Gerakan Kembali Berkebun untuk Ekonomi Lokal

Redaksi 02 Juli 2026 3 views
Mentan Amran dan Mahasiswa Papua Luncurkan Gerakan Kembali Berkebun untuk Ekonomi Lokal
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama dengan 150 mahasiswa asal Papua telah menggagas sebuah inisiatif yang dinamakan Gerakan Kembali Berkebun. Gerakan ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian masyarakat Papua dengan mengembangkan komoditas unggulan yang bersumber dari potensi lokal daerah tersebut.

Harapan dari gerakan ini adalah munculnya generasi muda Papua yang mampu memimpin pembangunan sektor pertanian sekaligus membuka peluang kerja baru di wilayah mereka.

Gagasan ini muncul saat Menteri Amran melakukan dialog dengan Asosiasi Mahasiswa Papua Indonesia di kediamannya di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai provinsi di Papua, termasuk Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Induk.

Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa memaparkan berbagai potensi komoditas unggulan daerah mereka, seperti ubi jalar, sagu, pala, kakao, dan kopi, serta sektor peternakan. Menanggapi paparan tersebut, Mentan Amran menekankan pentingnya pembangunan pertanian Papua yang berfokus pada kekuatan komoditas lokal dan pemanfaatan lahan milik masyarakat.

Menteri Amran menyatakan bahwa pembangunan ekonomi harus dimulai dari desa, dan mahasiswa Papua dianggap sebagai aset terpenting yang memiliki pengetahuan, kecerdasan, dan lahan untuk memajukan perekonomian daerah. Sebagai wujud nyata dukungannya, Mentan Amran memberikan bantuan pengembangan lahan seluas lima hektare kepada salah seorang mahasiswa bernama Anton, yang sebelumnya telah memiliki lahan pertanian seluas tujuh hektare dan membina kelompok tani.

Mentan Amran melihat keterlibatan mahasiswa sebagai strategi krusial untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di Papua. Pemerintah berupaya agar generasi muda Papua tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja melalui penerapan pertanian modern yang memanfaatkan potensi daerah. Ia juga mendorong mahasiswa yang memiliki lahan keluarga untuk mulai mengelolanya sejak masih menempuh pendidikan.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengusulkan pembentukan Gerakan Pemuda Tani Papua dan mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan lahan keluarga mereka untuk ditanami komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti kopi dan pala. Ia mencontohkan bahwa dengan mengelola dua hektare lahan yang ditanami kopi atau pala, mahasiswa dapat memperoleh pendapatan yang signifikan setelah lulus kuliah, bahkan berpotensi lebih tinggi daripada menjadi pegawai.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pengembangan kopi seluas 100 hektare kepada kelompok petani muda di Papua Pegunungan yang telah membuka lahan kopi seluas 48 hektare. Untuk mendukung pengembangan pangan lokal, khususnya ubi jalar di Papua Tengah dan Papua Pegunungan, pemerintah menyiapkan bantuan alat pertanian seperti linggis, sekop, dan parang sesuai dengan kebutuhan daerah.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.