bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, infrastruktur transmisi memegang peranan krusial dalam memastikan energi bersih dapat menjangkau konsumen di Indonesia. Meskipun pembangkit energi baru terbarukan seperti surya, panas bumi, dan angin sering menjadi sorotan utama dalam transisi energi, jaringan transmisi yang kuat merupakan elemen fundamental yang kerap terabaikan namun sangat menentukan.
Tanpa sistem transmisi yang memadai, potensi energi bersih yang dihasilkan di wilayah kaya sumber daya tidak akan mampu terdistribusi secara efektif ke pusat-pusat konsumsi seperti kawasan industri, perkotaan, dan rumah tangga yang membutuhkan pasokan listrik stabil. Hal ini menjadi perhatian utama dalam sebuah forum diseminasi bertajuk “Engineering Development Roadmap for Green Transmission in Supporting Accelerated Renewable Energy Development”.
Dalam forum tersebut, pemerintah, PLN, akademisi, penyedia teknologi, dan pelaku industri mendiskusikan kesiapan sistem transmisi Indonesia untuk mendukung percepatan pengembangan energi terbarukan. Ketua Tim Kajian Roadmap Enjiniring Bidang Transmisi Hijau, Prof Dermawan Wibisono, menekankan pentingnya menerjemahkan target besar transisi energi menjadi skenario teknis yang terperinci, tahapan implementasi yang jelas, kesiapan pembiayaan, serta penguatan sumber daya manusia.
Prof Dermawan Wibisono menjelaskan bahwa Indonesia, yang telah berkomitmen pada Paris Agreement dan menargetkan net zero emission pada 2060, perlu memetakan teknologi yang paling sesuai untuk diterapkan. Ia menambahkan bahwa peta jalan yang rinci sangat dibutuhkan agar target transisi energi tidak hanya menjadi pernyataan, melainkan terwujud dalam langkah kerja konkret.
Menurutnya, tantangan utama Indonesia bukan hanya pada ketersediaan energi terbarukan, tetapi juga pada sebaran geografis sumber energi dan pusat-pusat kebutuhannya. Potensi energi bersih tersebar di berbagai wilayah, sementara konsumsi listrik mayoritas terkonsentrasi di beberapa kawasan. Contohnya, potensi energi surya kuat di kawasan timur, sementara energi panas bumi tersebar di banyak daerah.
Untuk mengatasi persoalan ini, transmisi berperan sebagai jembatan vital antara potensi sumber energi terbarukan dan pemanfaatannya. Energi yang dihasilkan harus dapat disalurkan secara efisien, andal, dan aman menuju pusat beban. Dalam konteks ini, teknologi transmisi tegangan searah tegangan tinggi (HVDC) diidentifikasi sebagai salah satu opsi penting untuk transmisi jarak jauh dan interkoneksi antar pulau, mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan dengan sebaran sumber energi yang luas.