bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Menteri Perdagangan Sebut Anggota BRICS Capai Kesepakatan Mayoritas Substansi Perdagangan

Redaksi 09 Agustus 2026 8 views
Menteri Perdagangan Sebut Anggota BRICS Capai Kesepakatan Mayoritas Substansi Perdagangan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menyatakan bahwa para menteri perdagangan negara-negara anggota BRICS telah menyepakati sebagian besar substansi yang dibahas dalam pertemuan mereka, meskipun belum ada pernyataan bersama (joint statement) yang final.

Dalam penutupan Pertemuan Menteri Perdagangan BRICS (BRICS Trade Ministers' Meeting/TMM) di Jaipur, India, Mendag Budi menekankan komitmen Indonesia untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang adil, inklusif, terbuka, transparan, dan berlandaskan aturan.

Menurut Mendag Budi, Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif konkret BRICS yang bertujuan memperkuat perdagangan. Inisiatif tersebut meliputi pemberian kemudahan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembangunan rantai pasok yang lebih tangguh, serta dorongan terhadap transformasi digital. Langkah-langkah ini dianggap krusial untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pertemuan BRICS TMM kali ini secara spesifik membahas empat poin utama. Pertama, komitmen untuk memperkuat sistem perdagangan multilateral yang berpusat pada WTO, dengan fokus pada pembangunan, memastikan perlakuan khusus dan berbeda bagi negara berkembang, serta memulihkan sistem penyelesaian sengketa dua tingkat. Kedua, upaya penguatan internasionalisasi UMKM melalui peningkatan akses pembiayaan perdagangan, termasuk penerapan prinsip panduan dalam penilaian kredit dan kajian mekanisme invoice discounting BRICS melalui Jaipur Consensus. Ketiga, implementasi Workplan on BRICS Shared Understanding on Global Value Chains untuk membangun rantai nilai global yang tangguh, efisien, inklusif, dan berkelanjutan, yang mencakup digitalisasi dokumen perdagangan, peningkatan konektivitas, serta penguatan kawasan ekonomi khusus dan kapasitas industri. Keempat, penerapan BRICS Principles to Facilitate Digitally Delivered Services Across Borders untuk mendorong perdagangan jasa digital lintas batas, memperluas perdagangan intra-BRICS, meningkatkan keterampilan digital, dan memperkuat ekonomi digital di negara-negara berkembang.

Mendag Budi kembali menegaskan pentingnya menjaga sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan melalui WTO yang kuat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Ia juga menekankan perlunya BRICS untuk terus menghadirkan kerja sama nyata yang memberikan manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang, terutama di tengah meningkatnya tantangan perdagangan global yang memerlukan penguatan kerja sama ekonomi konkret demi stabilitas perdagangan internasional.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.