bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti kenaikan harga beras meskipun stok beras nasional berada pada tingkat yang melimpah. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi karena ketersediaan beras dalam negeri berada pada posisi yang kuat.
Amran menjelaskan bahwa pemerintah telah menjaga produksi dan cadangan beras untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, serta menggunakan stok yang besar sebagai modal untuk menstabilkan harga di pasar.
Dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (21/9/2026), Mentan menanyakan, "Kenapa beras naik, stok kita melimpah?" dan menekankan bahwa pengelolaan stok harus selaras dengan pengendalian harga agar beras tetap terjangkau bagi konsumen.
Menurutnya, stok beras nasional saat ini jauh lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya, dan cadangan yang ada dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas harga saat terjadi gejolak pasar.
Menteri juga menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong penyerapan hasil produksi petani dan memastikan beras yang tersedia dapat disalurkan secara efektif kepada masyarakat, sebagai upaya menyeimbangkan kepentingan produsen dan konsumen.
Amran menekankan pentingnya tata kelola beras yang baik mulai dari produksi hingga distribusi, dengan harapan bahwa stok yang memadai dapat mengendalikan pergerakan harga sehingga tidak memberatkan masyarakat.
Pemerintah terus memantau kondisi perberasan nasional, termasuk stok dan perkembangan harga di pasar, sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga beras.