bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo berencana mencopot sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) karena laporan mengenai irigasi dinilai tidak sesuai dengan kondisi sawah. Rencana itu muncul setelah ia melakukan inspeksi di Desa Karangharja, Kabupaten Bekasi; Desa Sukatani, Kabupaten Karawang; dan Desa Kedongdong, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (26/9).
Dody menyebut pejabat yang akan dicopot meliputi Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan (BOP) SDA, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, serta sejumlah pejabat teknis di daerah, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker). Ia mengatakan Surat Keputusan pencopotan akan ditandatangani pada 28 September dan berlaku paling lambat 29 atau 30 September.
Menurut Dody, dashboard pemantauan irigasi nasional dalam laporan internal menunjukkan kondisi aman dengan indikator berwarna hijau. Jajaran Ditjen SDA juga melaporkan bahwa sistem irigasi telah mengairi tambahan 73 ribu hektare sawah yang terancam gagal panen.
Namun, saat meninjau lokasi, Dody menemukan sawah yang masih kering. Ia menyebut sekitar 1.000 hektare lahan di satu lokasi dan hampir 400 hektare di lokasi lain belum mendapat air. Temuan tersebut, menurutnya, berbeda dengan data yang diterima dari jajaran kementerian.
Dody menyesalkan laporan yang dinilainya tidak akurat selama hampir dua tahun terakhir. Ia mengatakan penanganan di sejumlah lokasi tidak memerlukan rekayasa teknis yang rumit karena pasokan air sungai tersedia sekitar dua kilometer dari lahan pertanian.
Untuk lahan di Desa Kedongdong, Cirebon, Dody menyebut hampir 400 hektare sawah dapat diselamatkan dengan pompa listrik dan tambahan selang atau pipa PVC menuju saluran sekunder atau tersier. Ia menilai persoalan utamanya adalah pelaksanaan penanganan serta kesediaan pejabat terkait untuk turun langsung melihat kondisi bersama petani.