bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperkuat upaya pemulihan layanan BBM di Bali dengan menyiapkan pasokan, armada, dan personel operasional serta menerapkan pengaturan pengisian bahan bakar. Area Manager Communication, Relations & CSR perusahaan, Ahad Rahedi, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM dan mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina menargetkan stok BBM di Terminal Manggis, Kabupaten Karangasem, dan Fuel Terminal Sanggaran, Kota Denpasar, mencapai 48 juta liter pada 17 Oktober 2026. Persediaan itu diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 14–15 hari.
Untuk penyaluran BBM, perusahaan menyiapkan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 awak. Sebanyak 16 mobil tangki tambahan juga disiapkan untuk mengoptimalkan pengiriman ke SPBU. Polda Bali turut mengawal perjalanan mobil tangki menuju SPBU.
Sebanyak 66 SPBU disiapkan beroperasi selama 24 jam, terdiri atas 42 SPBU di Kota Denpasar dan 24 SPBU di Kabupaten Badung. Operasional malam hari juga didukung 100 personel TNI dari Kodam IX/Udayana yang disiapkan sebagai operator SPBU.
Mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Bali, pengisian dibatasi maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan 3 liter untuk kendaraan roda dua hingga situasi kembali normal. Pengisian juga diatur dengan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi selama tiga hari, dari Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10). Pada Sabtu, layanan pengisian diperuntukkan bagi kendaraan bernomor polisi ganjil, sesuai Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.
Ahad mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan mengikuti ketentuan pengisian. Pertamina Patra Niaga menyatakan terus memantau layanan BBM di Bali. Informasi layanan SPBU tersedia melalui akun Instagram @patraniaga.jatimbalinus dan @pertaminabali, sedangkan informasi serta pengaduan layanan energi dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.