bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, Perum Perumnas tengah menjajaki revitalisasi Rumah Susun Kebon Kacang di Jakarta Pusat bersama PT Informasi Geo Sistem (IGS). Kawasan yang saat ini memiliki delapan blok bertingkat rendah, 632 unit, dan sekitar 2.400 penghuni itu berpotensi dikembangkan menjadi lebih dari 2.700 unit bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Penjajakan ini memanfaatkan lahan yang telah terhubung dengan pusat kegiatan ekonomi dan transportasi publik. Menurut Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan, optimalisasi kawasan strategis dapat menambah kapasitas hunian dengan menggunakan infrastruktur dan konektivitas yang sudah tersedia, di tengah terbatasnya lahan perkotaan.
Dalam proses penjajakan, IGS memfasilitasi komunikasi dengan calon investor asing, yakni Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) dan KORINDO Group. Perumnas berharap keterlibatan keduanya dapat membuka peluang investasi untuk pengembangan aset dan kawasan perumahan serta memperluas kerja sama internasional.
Imelda mengatakan, lokasi Rusun Kebon Kacang yang dekat dengan pusat ekonomi dan transportasi publik turut menjadi pertimbangan dalam pengembangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan aset, menambah kapasitas hunian rakyat, dan mendukung kawasan hunian berkelanjutan.
Perumnas mengaitkan penjajakan itu dengan program penyediaan tiga juta rumah, terutama hunian layak dan terjangkau bagi MBR. Imelda juga menyebut 14 lokasi proyek Perumnas telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2026.
Menurut Imelda, pengembangan aset perlu menyeimbangkan mandat penyediaan hunian bagi masyarakat dengan keberlanjutan usaha perusahaan. Penyediaan rumah bagi MBR, ujarnya, tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan Perumnas.