bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas berbagai persoalan dan polemik yang mewarnai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama kurang lebih satu tahun terakhir. Ia mengakui bahwa program MBG, meskipun menyerap porsi anggaran terbesar, masih menghadapi tantangan signifikan dalam implementasinya di lapangan.
Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menargetkan perbaikan menyeluruh terhadap program prioritas pemerintah ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua bulan ke depan. "Kami minta maaf hampir satu tahun lebih ya gonjang-ganjing luar biasa terjadi di sana-sini," ujar Zulhas saat konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pusat Kementerian Keuangan, Jumat (14/8).
Selama program berjalan, lintas kementerian dilaporkan menemukan sejumlah kejanggalan dalam operasional MBG, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pemerintah meminta waktu dua bulan untuk melakukan pemfokusan ulang (refocusing) guna memperbaiki tata kelola dan distribusi program agar lebih terarah. "Kita minta waktu dua bulan refocusing," tuturnya.
Dalam masa perbaikan ini, Badan Pangan Nasional (BPN) memprioritaskan penyelesaian penyaluran di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku dalam satu bulan ke depan. Selain itu, program MBG juga akan lebih difokuskan pada kelompok rentan, mencakup sekitar 11 juta penerima manfaat yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan target penyelesaian dalam satu hingga dua bulan.