bytedaily - Melansir laporan dari gizmodo.com, Meta dilaporkan menghadapi pembatasan penggunaan model AI Gemini oleh Google. Hal ini terjadi pada bulan Maret lalu, ketika Meta diketahui menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak mengonsumsi token AI, sejalan dengan tren 'tokenmaxxing' di kalangan pekerja teknologi yang mengevaluasi karyawan berdasarkan jumlah token AI yang digunakan.
Menurut laporan Financial Times yang mengutip tiga orang yang familiar dengan masalah ini, Google menginformasikan Meta bahwa mereka tidak mampu memenuhi permintaan token AI yang begitu besar, sehingga Google memberlakukan batasan pada penggunaan model Gemini oleh Meta.
Pembatasan ini, yang masih berlaku, disebutkan telah mengganggu dan menunda beberapa proyek AI internal Meta. Selain itu, Meta juga mendorong stafnya untuk lebih efisien dalam penggunaan token AI sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk merampingkan biaya terkait AI.
Situasi ini diduga turut memengaruhi keputusan Google pada awal Juni untuk menyewa kapasitas komputasi dari SpaceX, perusahaan induk xAI, senilai 920 juta dolar AS per bulan. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa perusahaan besar lainnya juga mengalami kendala serupa dalam memanfaatkan kapasitas AI Google, namun masalah yang dihadapi Meta dianggap lebih signifikan.
Baik Meta maupun Google dilaporkan menolak permintaan komentar dari Financial Times.