bytedaily - Elon Musk meluncurkan sebuah inisiatif revolusioner bernama Terafab, sebuah proyek manufaktur chip yang dirancang untuk menyatukan seluruh rantai pengembangan semikonduktor. Proyek kolaboratif antara Tesla, SpaceX, dan xAI ini bertujuan untuk mengintegrasikan proses desain, pengujian, dan produksi chip dalam satu fasilitas terpadu, menyimpang dari model industri konvensional yang terfragmentasi.
Target utama Terafab adalah mencapai kemampuan produksi komputasi skala terawatt setiap tahunnya. Kekuatan pemrosesan masif ini krusial untuk mendukung pengembangan teknologi masa depan, termasuk kendaraan otonom, robot humanoid, serta infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih.
Proyek ini akan mengembangkan dua jenis chip utama. Satu dirancang khusus untuk aplikasi otomotif dan robotika, sementara yang lainnya, yang diberi nama D3, akan didedikasikan untuk operasional di luar angkasa. Komponen kunci dari Terafab adalah sistem komputasi AI luar angkasa, yang memanfaatkan satelit bertenaga surya sebagai pusat data orbital. Satelit ini diharapkan beroperasi mulai dari skala 100 kilowatt, dengan potensi ekspansi hingga megawatt, memanfaatkan energi surya yang berkelanjutan untuk efisiensi biaya.
Musk mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen dari total kekuatan komputasi terawatt per tahun yang dihasilkan Terafab akan dialokasikan untuk aplikasi luar angkasa, sementara 20 persen sisanya untuk kebutuhan di darat. Alokasi besar untuk luar angkasa ini didorong oleh perkiraan kebutuhan chip yang melampaui kapasitas produksi global saat ini dan proyeksi hingga 2030, terutama untuk mendukung satelit AI bertenaga surya dan penyebaran robot Tesla Optimus dalam skala besar.
Terafab diposisikan sebagai solusi strategis untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan manufaktur semikonduktor yang ada dan kebutuhan skala besar yang dibutuhkan oleh ambisi Musk di bidang luar angkasa dan AI. Inisiatif ini sejalan dengan visi jangka panjangnya untuk membangun 'peradaban galaksi', sebuah tujuan yang telah disampaikan selama bertahun-tahun meski diwarnai penundaan dan kegagalan mencapai jadwal awal.
Pengumuman ini juga muncul di tengah indikasi pergeseran fokus SpaceX dari Mars ke Bulan untuk rencana jangka pendeknya. Mekanisme pembagian biaya pembangunan Terafab antara Tesla dan SpaceX masih belum diperjelas, meskipun terdapat laporan yang mengindikasikan Tesla akan memikul sebagian besar beban finansial.