bytedaily - NASA bersiap meluncurkan Misi Artemis II, sebuah penanda monumental dalam sejarah eksplorasi luar angkasa berawak yang akan membawa astronaut kembali mengorbit Bulan untuk pertama kalinya sejak era Apollo. Misi krusial ini dijadwalkan mengudara pada 1 April.
Meskipun Artemis II tidak akan mendarat di permukaan Bulan, misi sepuluh hari ini akan menguji sistem pendukung kehidupan kapsul Orion dan roket Space Launch System (SLS) di lingkungan luar angasa dalam, dengan membawa empat astronaut mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi. Peluncuran ini akan menjadi penerbangan perdana bagi program Artemis NASA, sistem roket SLS perdana, dan kapsul Orion dalam misi berawak.
Setelah mengalami penundaan dari jadwal awal Februari akibat ditemukannya kebocoran bahan bakar hidrogen cair dan masalah aliran helium pada tahap atas roket SLS, tim NASA telah melakukan perbaikan ekstensif. Pengujian ulang, termasuk uji coba basah (Wet Dress Rehearsal/WDR) kedua, telah berhasil diselesaikan di Kompleks Peluncuran 39B Kennedy Space Center, Florida, setelah sebelumnya tumpukan roket dipindahkan kembali ke Vehicle Assembly Building (VAB) untuk perbaikan.
Keempat astronaut yang akan terlibat dalam orbit bersejarah ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency. Kesiapan teknis dan keselamatan kru menjadi prioritas utama, dengan NASA telah melakukan tinjauan kesiapan penerbangan yang mendalam. Jika rencana peluncuran 1 April terhambat, jendela peluncuran alternatif tersedia hingga 6 April, dengan potensi jendela lain pada akhir April.