bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 14:27 WIB

Mobil Listrik China Lampaui 10 Persen Pangsa Pasar Eropa, Picu Restrukturisasi Industri Otomotif

Redaksi 28 Juni 2026 8 views
Mobil Listrik China Lampaui 10 Persen Pangsa Pasar Eropa, Picu Restrukturisasi Industri Otomotif
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, merek-merek otomotif asal China kini berhasil mendominasi lebih dari 10 persen pangsa pasar di Eropa, menandai pergeseran signifikan dalam lanskap persaingan industri otomotif global. Capaian ini dipandang sebagai tonggak penting yang berpotensi memicu restrukturisasi di kalangan produsen otomotif mapan di benua biru.

Financial Times melaporkan bahwa lonjakan pangsa pasar mobil China ini tidak hanya didorong oleh harga yang lebih terjangkau, tetapi juga oleh kemampuan produsen seperti BYD, SAIC, Geely, Chery, dan MG dalam menawarkan kendaraan listrik dengan teknologi yang kompetitif, fitur digital yang lengkap, serta siklus pengembangan produk yang lebih ringkas. Keunggulan ini didukung oleh ekosistem industri China yang terintegrasi, mencakup penguasaan rantai pasok mulai dari baterai hingga mineral kritis dan kapasitas manufaktur skala besar.

Sementara itu, produsen otomotif Eropa menghadapi tantangan berupa biaya energi dan tenaga kerja yang tinggi, serta kebutuhan investasi besar untuk transisi ke kendaraan listrik. Hal ini memaksa beberapa perusahaan untuk melakukan efisiensi dan penyesuaian kapasitas produksi. Salah satu contohnya adalah Volkswagen, yang dilaporkan tengah merencanakan restrukturisasi besar, termasuk potensi pengurangan tenaga kerja dan penutupan pabrik di Jerman, sebagai respons terhadap melemahnya permintaan domestik dan meningkatnya persaingan dari produsen China.

Chief Executive Officer Volkswagen, Oliver Blume, mengakui adanya perubahan mendasar dalam industri otomotif yang membuat model bisnis perusahaan saat ini tidak lagi sepenuhnya layak, sehingga transformasi besar menjadi keniscayaan. Meskipun demikian, merek-merek Eropa seperti Volkswagen, Mercedes-Benz, BMW, dan Stellantis masih memiliki keunggulan dalam rekayasa, kualitas manufaktur, jaringan global, dan loyalitas pelanggan. Namun, persaingan kini bergeser dari sekadar adu merek menjadi pertarungan kekuatan ekosistem industri secara keseluruhan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.