bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:12 WIB

Modernisasi Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Diproyeksikan Hemat Rp228 Miliar per Tahun

Redaksi 07 Oktober 2026 20 views
Modernisasi Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim Diproyeksikan Hemat Rp228 Miliar per Tahun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pembaruan Ammonia Pabrik-2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) diperkirakan menekan biaya produksi hingga Rp228 miliar per tahun. Hasil pengujian mencatat konsumsi energi berkurang lebih dari 10 persen dan produksi harian naik 4,18 persen.

Revamping atau pembaruan teknologi dan peralatan itu dilakukan bersama Casale SA, perusahaan asal Swiss pemegang lisensi teknologi pabrik amonia. Fasilitas yang mulai beroperasi pada 1984 tersebut dimodernisasi tanpa membangun pabrik baru.

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra menyampaikan, pengujian berlangsung selama tujuh hari atau 168 jam berturut-turut pada Agustus 2026. Operasi pabrik tetap berjalan selama uji kinerja, dengan hasil pengukuran dibandingkan terhadap target yang disepakati kedua perusahaan.

Pengujian menunjukkan konsumsi energi turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Pengurangan sebesar 4,03 MMBTU per ton itu melampaui sasaran minimal 4,00 MMBTU. Rafli menjelaskan, gas bumi berfungsi sebagai bahan baku sekaligus sumber energi utama dalam produksi amonia, sehingga efisiensi penggunaannya berpengaruh langsung terhadap biaya produksi.

Menurut Rafli, peningkatan efisiensi tersebut diproyeksikan menghemat biaya hingga 14,3 juta dolar AS atau sekitar Rp228 miliar per tahun. Sementara itu, produksi rata-rata meningkat dari 1.767 ton menjadi 1.841 ton amonia per hari. Tambahan produksi diharapkan mendukung ketersediaan amonia untuk bahan baku urea.

Rafli mengatakan, perusahaan selanjutnya akan menjaga keandalan operasi pabrik yang telah diperbarui agar pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi.

Pupuk Kaltim dan Casale telah menandatangani deklarasi bersama yang menyatakan proyek tersebut memenuhi target kinerja. Dokumen itu ditandatangani Direktur Operasi Pupuk Kaltim Teguh Ismartono dan CEO Casale SA Federico Zardi di Lugano, Swiss.

Federico menyatakan, metode revamping memungkinkan fasilitas diperbarui dengan tetap memanfaatkan sebagian besar infrastruktur yang sudah ada. Casale, yang berdiri sejak 1921 dan berbasis di Lugano, menyediakan lisensi teknologi, rekayasa, serta konstruksi untuk pabrik amonia, urea, metanol, dan produk pupuk lainnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.